Selamat datang di situs CV. Mandiri Kreatif

CV. MANDIRI KREATIF adalah sebuah perusahaan yang didirikan di Kota Bandung pada tanggal 18 Februari 2010. Perusahaan ini bergerak dalam perdagangan barang dan jasa. CV. MANDIRI KREATIF telah banyak mendapatkan proyek-proyek pemerintah dan swasta. Komitmen kami adalah memberikan kualitas layanan terbaik, yang menjadi motivasi kami dalam mencapai prestasi untuk menjadi mitra di bidang pengadaan barang dan jasa yang berkualitas. Sejarah usaha kami selalu mengembangkan sumber daya manusia dan mencari inovasi baru dalam meningkatkan mutu kerja didukung peningkatan sarana produksi hingga pendukung usaha lainnya.

Senin, 24 Februari 2014

KTA GABPKIN


SIUP





Sabtu, 22 Februari 2014

Anak Pertama Ayu Azhari Ikut 'Nyaleg'

Anak Pertama Ayu Azhari Ikut 'Nyaleg'

KAPANLAGI.COM - Axel Gondokusumo, putra pertama Ayu Azhari dengan mantan suami, Djody Gondokusumo ikut dalam bursa pemilihan calon legislatif. Ia diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) untuk dapil Jawa Timur 10.
"Axel alhamdulillah, dia ama partai PAN dikasih kesempatan jadi caleg di Jatim 10, Lamongan. Itu kesempatan yang sangat berharga buat dia, mau mengenal lebih jauh dari partai PAN," kata Ayu Azhari di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan (20/2).
Sebagai ibu, Ayu pun merasa bangga. Apalagi anaknya yang sudah berusia 22 tahun tersebut merasa senang menjalani kegiatan selama menuju pemilihan calon legislatif.
"Axel umurnya 22, alhamdulilah, dia jadi salah satu yang termuda, dia senang mau belajar dengan cara sendiri yang berbeda, ga pakai uang, tapi ongkos-ongkos ada, masyarakat senang," lanjutnya.
Ditambahkan Ayu, anaknya memiliki ketertarikan dengan panggung politik karena memiliki garis keturunan orang-orang yang berkecimpung di sana.
"Dia memang dari kecil sifatnya aktivis. Keturunannya ada dari situ, ayahku orang partai Masyumi, di jaman kemerdekaan, dulu ikut Soekarno," imbuhnya.
"Almarhum buyutnya, Gondokusumo dari partai PNI, alhamdulilah. Jadi keinginan dia untuk ke politik ga bisa ditahan, harus disupport," tandasnya.

Rabu, 12 Februari 2014

Begini Suasana Hari Pertama Shalat Berhadiah Innova

Begini Suasana Hari Pertama Shalat Berhadiah Innova

TRIBUNNEWS.COM BENGKULU, — Peserta shalat zuhur berjemaah dengan hadiah ongkos haji dan umrah serta mobil Innova dan Avanza di Bengkulu didominasi pegawai negeri sipil Kota Bengkulu. Mereka yang berjumlah ribuan itu memadati Masjid At Taqwa tempat peluncuran perdana shalat dzuhur berhadiah menarik tersebut, Rabu (12/2/2014).
Berdasarkan pantauan Kompas.com di Masjid At Taqwa, kedatangan jemaah yang mayoritas PNS di masjid sekitar pukul 11.45 WIB. Mereka datang secara bergelombang. Sebagian langsung mengisi kotak kardus yang disiapkan panitia sesuai dengan status kepegawaian mereka, mulai PNS, honorer, hingga pegawai tetap.
"Bagi yang honorer silakan masukkan biodata dan fotokopi KTP di kotak yang tersedia," teriak beberapa petugas panitia yang menjaga kotak absen pengundian. Luas Masjid At Taqwa tidak lebih dari 50 x 50 meter persegi itu dijejali jemaah shalat dzuhur, bahkan sebagian dari mereka sampai ada yang sampai ke teras luar.
Selain tempat wudhu milik masjid, panitia juga menyediakan satu truk tangki air untuk antisipasi jika ada yang kekurangan air untuk berwudhu. Halaman masjid yang luas tampak sesak dengan ratusan kendaraan motor dan mobil sehingga merepotkan petugas parkir masjid.
Meski masjid tampak penuh sesak dan adzan telah berkumandang, beberapa jemaah lain tampak masih sibuk mengisi biodata dan mencari tempat fotokopi KTP. Beberapa PNS perempuan bahkan ada yang kebingungan mencari tempat fotokopi. "Dik, di mana tempat fotokopi KTP dekat-dekat sini ya?" tanya salah seorang PNS perempuan yang telah menggunakan mukena untuk shalat.
Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan, saat ditemui di masjid menyatakan shalat berhadiah ongkos haji, umrah, dan bonus mobil Innova tersebut merupakan rangsangan bagi warga agar mau meramaikan masjid.

Rabu, 12 Februari 2014 16:08 WIB

Salut, Suami Istri Ini Rela Hidup Rp 10.000/Hari Demi Beli Rumah

http://images.detik.com/content/2014/02/12/1016/chinacouple.jpg
Mengharukan, itu satu kata yang pas menggambarkan pasangan suami istri di China ini. Dalam empat tahun terakhir mereka menjalani hidup dengan biaya kurang dari 5 yuan (sekitar Rp 10.000) per hari demi membeli rumah.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi CCTV seperti dikutip AsiaOne, Rabu (11/2/2014), kedua pasangan ini bercerita tentang bagaimana mereka bisa bertemu. Keduanya merupakan buruh pabrik di daerah Baoding. Si wanita Hao Ranran, berasal dari Hebei, sedangkan si pria Qiu Guoying, berasal dari Mongolia.

Keduanya jatuh hati setelah Hao terkesan akan sifat Qiu yang jujur dan pekerja keras. Sayangnya, keluarga Hao tidak merestui hubungan keduanya karena Qui dianggap terlalu miskin.

Sampai suatu hari Qui mencurahkan semua perasaannya terhadap Hao dan berniat bekerja sekeras mungkin demi membahagiakan calon istrinya itu.

"Sejak saat itu, saya tahu saya tidak akan meninggalkan dia," kata Hao dalam wawancara tersebut.

Keduanya pun sepakat untuk menikah. Karena tidak punya uang untuk menikah, mereka pun terpaksa meminjam gaun pengantin yang dipakai untuk pernikahan.

Meski tak punya banyak uang, Qui tetap bertekad menafkahi dan memberinya istrinya rumah yang layak. Ia bersumpah akan membelikan rumah tak peduli ia harus bekerja banting tulang
Sang istri pun menyambut niat baik Qui dan ikut berjanji tidak akan jajan, makan di luar maupun pergi berlibur. Setelah menyisihkan uang untuk bayar sewa, tabungan, dan lain-lain, dua sejoli ini hanya punya sisa uang sekitar 5 yuan saja untuk bertahan hidup.

Qiu pun bekerja keras tanpa henti, sementara Hao berhemat habis-habisan mengatur uang rumah tangga. Tak jarang Hao harus meminta sayuran bekas yang tidak laku dari supermarket setempat supaya menghemat uang.

Dana yang dibutuhkan untuk uang muka rumah mereka itu sekitar 100.000 yuan (Rp 200 juta), dan mereka bisa menabung sekitar 3.500 yuan (Rp 7 juta) tiap bulan. Setelah empat tahun lebih akhirnya dana untuk uang muka rumah terkumpul juga.

Tapi ceritanya tak berhenti sampai di situ, rumah baru tidak bisa langsung ditempati dan harus ada sedikit perombakan. Qui memutuskan untuk melakukan renovasi sendiri demi menghemat uang.

Bahkan saat pindahan pun pasangan ini meminta bantuan dari teman-temannya untuk mengangkut perabotan ke dalam rumah. Hati Qui tersentuh atas ketabahan sang istri yang mau melalui suka duka bersama.

Qui pun berniat memberikannya hadiah, yaitu foto-foto mereka berdua sejak pertama kali bertemu yang disusun dalam beberapa bingkai kecil. Setiap fotonya ia sertakan kata-kata yang menyentuh hati istrinya.

Qui juga meminta maaf kepada istrinya karena harus menunggu lama sebelum ia bisa membelikan rumah. Kunci rumah tersebut Qui serahkan kepada istrinya dalam amplop merah berbentuk hati.

Sampai saat ini Qui dan Hao sudah bisa menjalani hidup bahagia bersama di dalam rumah hasil perjuangan keras mereka berdua.
detikfinance

Sumpah Mengerikan Politisi, Gantung di Monas, Potong Leher Dan Iris Kuping

ruhut dipotong lehernya
DUA kader Partai Demokrat masing-masing Ruhut Sitompul (masih aktif) dan Anas Urbaningrum (sudah dipecat dari Ketua Umum) sama-sama menyatakan sumpah yang sangat mengagetkan bahkan mengerikan. Ruhut mengatakan dia bersedia dipotong leher dan diiris kupingnya jika putra bungsu Presiden SBY, Ibas yang kini menjabat sebagai Sekjen Partai Demokrat terbukti terlibat dalam kasus korupsi.
Sebelumnya, Anas Urbaningrum mengatakan dirinya siap digantung di tugu Monas Jakarta jika dirinya terbukti menikmati uang dari korupsi proyek Hambalang satu rupiah sekali-pun. Kini Anas sudah dikerangkeng sebagai tersangka kasus manipulasi proyek Hambalang dans edang menjalani pemeriksaan untuk membuktikan keterlibatannya.

Seiring dengan itu, Anas dalam pemeriksaan perdana sudah menyebut-nyebut nama Ibas, bahkan peranan putra bungsu SBY dalam Kongres Partai Demokrat yang disebut pula banyak menikmati dana dari proyek Hambalang.
Dalam kaitan itulah, Ruhut Sitompul yang kini jadi Jubir Partai Demokrat memasang badan sembari menyatakan Ibas itu figur teladan dan tidak mungkin terlibat. Untuk membuktikan omongannya, Ruhut menyatakan lehernya siap dipotong dan kupingnya diiris, jika Ibas benar-benar terbukti ikut bersalah.
Eksekusi menggantung diri Anas di tugu Monas dan memotong leher serta mengiris kuping Ruhut tergantung dari hasil pemeriksaan Anas pada sidang Tipikor di KPK. Jika KPK memutuskan Anas terlibat, maka Anas harus mempertanggung jawabkan omongannya dan jika KPK juga menyatakan Ibas terlibat, maka Ruhut juga
harus mempertanggung jawabkan ikrarnya memotong leher dan mengiris kuping. Tapi apakah kedua hal itu bisa dilaksanakan di negara hukum Republik Indonesia ini. Tidak mungkin. Pasalnya, hukum kita tidak mengatur hukuman sedemikian rupa, kecuali Anas dan Ruhut memaksakan kehendaknya digantung di Monas dan leher dipotong. Artinya, Anas menggantungkan sendiri dirinya d Monas dan Ruhut menggorok sendiri lehernya.
Namun terlepas dari semuanya itu, pantaskah dua tokoh politik dari partai berkuasa ini melontarkan kata-kata seperti itu. Sumpah serapah seperti yang mereka ungkapkan itu adalah sumpahnya orang-orang yang tidak punya pendidikan atau orang terbelakanglah. Atau sumpahnya kita di kala masih anak-anak masa dulu, misalnya jika berantem dengan teman sesama anak-anak.
Namun sumpah yang tidak bermakna dan tidak bermutu diucapkan oleh figur terpandang, berpendidikan dan mengaku sebagai negarawan. Apalagi figur seorang Ruhut yang mengaku sudah puluhan tahun menjadi pengacara, tentunya dia tahu persis norma-norma hukum di negeri ini. Seharusnya, apapun yang keluar dari mulut Ruhut harus dapat dipertanggung jawabkan secara hukum dan segalanya harus bermuatan hukum.
Dan semua sanksi-sanksi yang siap dia terima harusnya yang masuk akal secara hukum. Misalnya, siap tidak Ruhut dicabut haknya sebagai pengacara atau hartanya disita oleh negara jika Ibas benar-benar terbukti bersalah. Janji itu-pun tidak cukup hanya diucapkan secara lisan, akan tetapi harus tertera hitam di atas putih, tertulis dan bermeterai. Kalau itu dilakukan Ruhut, dia akan lebih terhormat dan lebih jantan karena janjinya masuk di akal. Tapi kalau potong leher dan iris kuping itu kan sumpah sampah yang tak bermakna. 

Akankah Orang Islam Ada Yang Kampanyekan Golput? Mau Dipimpin Hitler Atau Gereja?

misi kristenisasi
Ketua Umum Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Pdt.A.A.Yewangoe, menyerukan agar umat Kristen di Indonesia untuk tidak mengambil sikap golput. Karena menurutnya berpartisipasi dalam pemilu adalah bagian dari pertanggungjawaban moral dan iman.
Dalam konferensi pers di Wisma PGI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2014), Ketua Umum PGI mengingatkan bahwa sejumlah lembaga survei juga telah menunjukkan hasil penelitiannya tentang tingginya tingkat kekecewaan rakyat terhadap Partai Politik (Parpol), namun menurutnya mengambil sikap Golput berpotensi menimbulkan hal-hal yang merugikan negara.
Dalam kesempatan itu ketua PGI juga mengingatkan Adolf Hitler bisa berkuasa di Jerman pada tahun 1939 adalah karena tingginya tingkat Golput.
"Kami juga menyadari kami memilih yang baik dari yang baik, tapi yang baik dari yang kurang baik," katanya.
Menurutnya yang baik dari yang kurang baik itu jika terus dipantau, sangat mungkin untuk berkembang ke titik yang lebih baik, yang akan membawa perubahan positif ke Indonesia.
"Kami (juga) menyerukan jangan terlibat dalam politik uang, itu tidak memurnikan demokrasi di Indonesia," tandasnya.

Posted by: Suaranews

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More