Selamat datang di situs CV. Mandiri Kreatif

CV. MANDIRI KREATIF adalah sebuah perusahaan yang didirikan di Kota Bandung pada tanggal 18 Februari 2010. Perusahaan ini bergerak dalam perdagangan barang dan jasa. CV. MANDIRI KREATIF telah banyak mendapatkan proyek-proyek pemerintah dan swasta. Komitmen kami adalah memberikan kualitas layanan terbaik, yang menjadi motivasi kami dalam mencapai prestasi untuk menjadi mitra di bidang pengadaan barang dan jasa yang berkualitas. Sejarah usaha kami selalu mengembangkan sumber daya manusia dan mencari inovasi baru dalam meningkatkan mutu kerja didukung peningkatan sarana produksi hingga pendukung usaha lainnya.

Kamis, 06 Juli 2017

Kata Motivasi Hidup Agar Sukses

Hidup akan lebih bermakna jika kita bisa memberikan manfaat kepada banyak orang.
Hidup ini akan lebih indah jika kita bisa membantu banyak orang.
Salah satu cara agar kita bisa bermanfaat dan membantu banyak orang adalah dengan menjadi orang sukses.

Kata Mutiara Agar Sukses

Apa yang menyebabkan kita gagal meraih sukses? Penyebab dari diri sendiri, bukanlah dari orang lain, dari lingkungan. Yuk kita simak beberapa kata mutiara agar kita sukses dengan menganali apa saja yang membuat kita gagal dalam meraih sukses.
Penyebab nomor satu dalam meraih keberhasilan adalah: berhenti. Maka jangan berhenti. Anda boleh berganti cara, tetapi tidak boleh berhenti.
Menunda-nunda sepertinya bukan hal yang membahayakan sukses, padahal sejatinya memang perusak keberhasilan. Dengan menunda-nunda, tanpa terasa sudah berapa banyak kita membuang waktu.
Jika Anda hari ini mengatakan besok. Apa jaminannya besok tidak mengatakan yang sama? Ujungnya setiap hari mengatakan besok. Jika ada yang bisa dilakukan sekarang, lakukan sekarang.
Bagaimana pun hebatnya tindakan Anda, jika Anda melakukan hal yang salah, Anda tidak akan pernah mendapatkan hasil yang diinginkan.
Jika Anda melakukan tindakan yang tidak menghasilkan, bagaimana pun Anda mencoba lagi, tidak akan menghasilkan. Cobalah dengan cara yang lebih baik bahkan berbeda jika perlu.
Takut yang berlebihan akan merusak kemampuan kita meraih keberhasilan. Takut akan membuat Anda berhenti, setidaknya ikhtiar Anda menjadi lemah.
Minder akan menutup banyak peluang, karena Anda akan mengurangi interaksi dengan manusia.
Mengecewakan orang lain apalagi banyak orang akan menjadikan peluang sukses Anda semakin kecil. Pintu-pintu rezeki banyak yang tertutup.
Mengecewakan orang saja bisa menutup pintu rezeki, apalagi mengecewakan Allah?

Kata Motivasi Belajar Agar Sukses

“Tidak bisa” bukan alasan tidak berusaha meraih sukses. Jika Anda tidak bisa, Anda bisa belajar. Jadi yang benar adalah Anda hanya belum bisa.
Saat kecil Anda tidak bisa membaca bukan? Kemudian belajar secara bertahap dan lama-kelamaan bukan hanya bisa membaca, tapi lancar bahkan bisa sampai menulis. Begitu juga dalam meraih sukses, Anda perlu belajar.
Seperti belajar menaiki sepeda, tidak langsung bisa tetapi membutuhkan waktu untuk sampai lancar. Tidak ada yang bisa menggantikan latihan untuk memiliki keterampilan.
Sukses akan membutuhkan keterampilan-keterampilan tertentu, sesuai dengan bidang Anda. Anda perlu mempelajari keterampilan-keterampilan itu.
Adalah butuh keshabaran dalam belajar, tidak langsung bisa itu wajar. Teruslah belajar, teruslah mencoba, teruslah berlatih sampai Anda bisa. Kadang, untuk hal tertentu membutuhkan waktu lebih lama.
Seringkali, dibutuhkan keterampilan khusus untuk meraih sukses tertentu. Kadang sebuah keterampilan yang sulit. Tapi ini adalah peluang agar Anda menjadi orang yang berbeda dan unggul.
Kelelahan, ngantuk, jenuh, bosan, dan biaya untuk belajar, semuanya akan terbayarkan dikemudian hari. Jika Anda tidak mau melewati lelahnya belajar, maka bersiaplah menghadapi pahitnya kehidupan.
Tidak ada orang bohoh, jika dia mau belajar.
Belajar adalah sesuatu yang tidak dipisahkan dari usaha kita meraih sukses. Belajar juga tidak bisa dipisahkan dari hidup juga. Rasulullah SAW memerintahkan kita terus belajar sampai mati.

Sukses itu sederhana, tidak usah dibuat ribet. Sukses adalah tercapainya apa yang Anda inginkan dengan usaha Anda sendiri. Jangan disibukan memikirkan arti sukses, tapi sibukan diri dengan meraih sukses.
Sukses itu ada harganya. Bukan uang, tapi kerja keras, pengorbanan, waktu, kekecewaan, keringat, bahkan bisa darah. Jika mau sukses, Anda harus mau membayarnya.
Jangan membenci orang sukses, sementara dalam hati Anda ingin menjadi orang sukses. Aneh kan?
Jika mau sukses, maka contoh orang sukses, ilmunya, mindsetnya, kerja kerasnya, pengorbanannya, kesabarannya, bukan hanya mau meniru enaknya saja.

Sukses memang membutuhkan tindakan, namun bukan sembarang tindakan. Tindakan yang benar dan terus menerus sampai tujuan. Kita tidak akan mengetahui tindakan yang benar jika tidak mengetahui ilmunya.
Meraih sukses itu seperti menabung, menabung kebaikan. Sukses juga seperti investasi, investasi kebaikan. Sukses seperti menanam, menanam kebaikan. Jika Anda melakukan itu semua, maka wajar Anda menunggu panen kebaikan.
Kata siapa sukses itu bukan karena keinginan. Jika Anda memiliki keinginan yang sangat, seperti keinginan bernafas saat Anda sedang tenggelam, maka keinginan itu akan menghasilkan tindakan dahsyat. Kalau Anda belum bertindak juga, benar ingin sukses?

Anda yakin bisa sukses? Jika yakin ditambahkan keinginan kuat ada dalam diri Anda, maka tindakan-tindakan akan otomatis terjadi meraih apa yang Anda inginkan.
Apakah kita ditakdirkan sukses? Takdir urusan Allah, kita diperintahkan untuk berikhtiar. Ya sudah, kita fokus saja pada tugas kita, ikhtiar dengan maksimal.
Sukses itu harus dunia dan akhirat.
Jika yakin bahwa sukses itu kehendak Allah, maka mintalah dengan sungguh-sungguh kepada Allah agar kita diberikan sukses. Juga, buktikan dengan ikhtiar, bahwa kita memang ingin sukses.
Seringkali perjalanan menuju sukses adalah perjalanan yang panjang. Hanya orang yang tekun dan shabar yang bisa melalui perjalanan panjang.
Kata siapa sukses tidak membutuhkan motivasi? Justru motivasilah yang menjadikan Anda bertindak dan bertindak terus sampai apa yang kita inginkan tercapai. Kehilangan motivasi akan menjadikan Anda berhenti bertindak.
Kecepatan meraih sukses adalah kombinasi dari kekuatan jiwa, kekuatan pikiran, dan kekuatan tindakan. Kuatkan ketiganya jika mau meraih sukses.
Jangan meremehkan teori. Pesawat terbang dibuat berlandaskan teori. Yang salah adalah jika teori tidak ditindaklanjuti.
Motivasi meraih sukses yang terbaik datang dari diri sendiri, seorang motivator hanyalah membantu Anda menemukan motivasi itu.

Tips membangkitkan Motivasi

Ada beberapa hal untuk bisa membangkitkan motivasi diri seseorang. Saya akan memberikan tipsnya berikut ini:
  1. Membuat Tujuan. Mengapa harus membuat tujuan? Ya, tentu karena motivasi lahir lewat tujuan. Ketika kita membuat satu tujuan pasti ada hal yang ingin kita capai. Hal itul akan menjadi sebuah motivasi besar dari diri seseorang untuk bisa melakukan hal apapun demi tercapainya tujuan tersebut. Hal terpenting dalam membuat tujuan adalah harus menjawab 2 pertanyaan. Pertanyaannya adalah what dan why. What adalah pertanyaan tentang apa yang ingin kita capai dalam hidup. Dan why adalah pertanyaan tentang mengapa kita harus mencapai hal tersebut. Tujuan haruslah tentang apa yang paling ingin kita capai dalam hidup. Jika tujuan kita kurang berarti dalam hidup, maka tidak akan memunculkan motivasi besar. Hal terpenting lainnya adalah alasan kuat tentang mengapa kita harus mencapainya. Alasan yang kuat akan menjadi bahan bakar tak akan habis untuk energi kita dalam mencapai sukses.
  2. Membaca Buku. Selain membuat tujuan yang sangat kuat kita juga perlu membaca buku. Mengapa membaca buku penting? Wah, kalau seperti ini pertanyaannya pasti akan banyak dan panjang sekali jawabannya. Tapi dalam hal membangkitkan motivasi, membaca adalah salah satu cara untuk membangkitkan motivasi. Mengapa? Karena di dalam buku ada banyak sekali cerita-cerita orang sukses. Di dalam buku juga akan diajarkan banyak tips dan trick tentang rahasia orang sukses dan bagaimana cara mereka mencapainya. Cerita -cerita tersebut dapat kita jadikan inspirasi, sehingga membuat kita termotivasi untuk mencapai hal yang sama.
  3. Melihat atau mendengar cerita orang yang sudah sukses. Mengapa hanya dengan melihat dan mendengar bisa membangkitkan motivasi? Ya, sangat jelas. Efek ini sama besarnya dengan membaca buku. Dengan mendengar langsung atau melihat secara langsung dari orang yang sudah sukses, emosi positif kita juga akan ikut merasakan semangat dari keberhasilan mereka. Tentunya ini juga akan menjadi inspirasi serta motivasi bagi diri untuk bisa berhasil seperti orang sukses tersebut.
  4. Mengikuti seminar atau lokakarya. Motivasi adalah sesuatu yang kekuatannya tidak konstan. Kadang motivasi diri pada saat tertentu sangat tinggi. Kadang juga pada saat tertentu motivasi diri sangatlah kecil. Mengapa? ada banyak faktor tentunya. Nah, di dalam seminar biasanya banyak motivator yang mampu membangkitkan motivasi kita. Motivasi yang diberikan tentunya adalah suntikan semangat yang besar, namun ini tidak akan bertahan lama. Kenapa? Karena ini adalah motivasi secara eksternal bukan dari dalam diri.
Satu persamaan dari keempat tips diatas adalah kita dapat termotivasi melakukan suatu hal karena suatu alasan. Tanpa adanya alasan kuat, kita pastinya enggan untuk melakukan sesuatu.
Contohnya saja para pemain sepak bola. Mereka mau menjalani latihan fisik secara rutin serta bermain semaksimal mungkin karena satu alasan. Ada satu alasan untuk memotivasi mereka agar mau melakukan hal itu. Alasannya adalah menjadi juara. Mereka punya tujuan.
Jadi para pembaca sekalian, sebenarnya hal terbesar untuk membangkitkan motivasi diri diri adalah adanya TUJUAN.
Jika Anda belum memiliki tujuan terbesar dalam hidup Anda. Kinilah waktunya untuk Anda tuliskan tujuan terbesar Anda. Kemudian miliki motivasi terbesar untuk mencapainya.

Definisi Kepemimpinan

Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.

Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpnan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok


1. George R. Terry (yang dikutip dari Sutarto, 1998 : 17)
Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

2. Ordway Tead (1929)
Kepemimpinan sebagai perpaduan perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong pihak lain menyelesaikan tugasnya.

3. Rauch & Behling (1984)
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktifitas-aktifitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan.



4. Katz & Kahn (1978)
Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit pada, dan berada diatas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan-pengarahan rutin organisasi.

5. Hemhill & Coon (1995)
Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktifitas-aktifitas suatu kelompok kesuatu tujuan yang ingin dicapai bersama (shared goal).

6. William G.Scott (1962)
Kepemimpinan adalah sebagai proses mempengaruhi kegiatan yang diorganisir dalam kelompok di dalam usahanya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.

7. Stephen J.Carrol & Henry L.Tosj (1977)
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang-orang lain untuk melakukan apa yang kamu inginkan dari mereka untuk mengerjakannya.

8. Dr. Thomas Gordon “ Group Centered Leadership”. A way of releasing creative power of groups.
Kepemimpinan dapat dikonsepsualisasikan sebagai suatu interaksi antara seseorang dengan suatu kelompok, tepatnya antara seorang dengan anggota-anggota kelompok setiap peserta didalam interaksi memainkan peranan dan dengan cara-cara tertentu peranan itu harus dipilah-pilahkan dari suatu dengan yang lain. Dasar pemilihan merupakan soal pengaruh, pemimpin mempengaruhi dan orang lain dipengaruhi.

9. Tannenbaum, Weschler,& Massarik (1961)
Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, yang dijalankan dalam situasi tertentu, serta diarahkan melalui proses komunikasi, kearah pencapaian satu atau beberapa tujuan tertentu.

10. P. Pigors (1935)
Kepemimpinan adalah suatu proses saling mendorong melalui keberhasilan interaksi dari perbedaan perbedaan individu, mengontrol daya manusia dalam mengejar tujuan bersama.

11. Kartini Kartono (1994 : 48)
Kepemimpinan itu sifatnya spesifik, khas, diperlukan bagi satu situasi khusus. Sebab dalam suatu kelompok yang melakukan aktivitas¬aktivitas tertentu, dan mempunyai suatu tujuan serta peralatan¬peralatan yang khusus. Pemimpin kelompok dengan ciri-ciri karakteristik itu merupakan fungsi dari situasi khusus.

12. G. U. Cleeton dan C.W Mason (1934)
Kepemimpinan menunjukan kemampuan mempengaruhi orang-orang dan mencapai hasil melalui himbauan emosional dan ini lebih baik dibandingkan dengan penggunaan kekuasaan.

13. Locke & Associates (1997)
Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai proses membujuk (inducing) orang-orang lain untuk mengambil langkah menuju sasaran bersama .

14. John W. Gardner (1990)
Kepimpinan sebagai proses Pemujukan di mana individu-individu meransang kumpulannya meneruskan objektif yang ditetapkan oleh pemimpin dan dikongsi bersama oleh pemimpin dan pengikutnya.

15. Theo Haiman & William G.Scott (1974)
Kepemimpinan adalah proses orang-orang diarahkan ,dipimpin, dan dipengaruhi dalam pemilihan dan pencapaian tujuan.

16. Duben (1954)
Kepemimpinan adalah aktifitas para pemegang kekuasaan dan membuat keputusan.

17. F.A.Nigro(1965)
Inti kepemimpinan adalah mempengaruhi kegiatan orang-orang lain.

18. Reed (1976)
Kepimpinan adalah cara mempengaruhi tingkah laku manusia supaya perjuangan itu dapat dilaksanakan mengikut kehendak pemimpin.

19. G.L.Feman & E.K.aylor (1950)
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan kegiatan kelompok mencapai tujuan organisasi dengan efektifitas maksimum dan kerjasama dari tiap-tiap individu.

20. James M. Black (1961)
Kepemimpinan adalah kemampuan yang sanggup meyakinkan orang lain supaya bekerjasama dibawah pimpinannya sebagai suatu tim untuk mencapai tujuan tertentu.

21. Harold Koontz (1989)
Pengaruh, seni,atau proses mempengaruhi orang-orang sehingga mereka akan berusaha mencapai tujuan kelompok dengan kemauan dan antusiasme.

22. R.K. Merton “ The Social Nature of Leadership”, American Journal of Nuns, 1969.
Kepemimpinan sebagai suatu hubungan antar pribadi dalam mana pihak lain mengadakan penyesuaian karena mereka berkeinginan untuk itu, bukannya karena mereka harus berbuat demikian.

23. P. Pigors “Ledearship and Domination”
Kepemimpinan adalah suatu proses saling mendorong yang mengontrol daya manusia dalam mengejar tujuan bersama, melalui interaksi yang berhasil dari perbedaan-perbedaan individual.

24. Keth Davis “Human Relations at Work”
Kepemimpinan sebagai faktor manusiawi yang mengikat suatu kelompok menjadi satu dengan memotivasinya kearah tujuan-tujuan.

25. Ordway Tead “ The Technigue of Creative Leadershif in Human Nature and Management”.
Kepemimpinan sebagai kombinasi perangai-perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong orang-orang lain untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu.

26. E.S. Bogardus “Leader and Leadership”.
Kepemimpinan sebagai kepribadian yang beraksi dalam kondisi-kondisi kelompok.
Tidak saja kepemimpinan itu suatu kepribadian dan suatu gejala kelompok; ia juga merupakan suatu proses sosial yang melibatkan sejumlah orang dalam kontak mental dalam mana seseorang mendominasi orang-orang lain.

27. F.I. Munson “ The Management of Man”.
Kepemimpinan sebagai kemampuan/kesanggupan untuk menangani atau menggarap orang-orang sedemikian rupa untuk mencapai hasil yang sebesar-besarnya dengan sekecilnya mungkin pergesekan dan sebesar-besarnya (sebesar mungkin) kerja sama.

28. C.M. Bundel “Is Leadership losing its importance ?”
Kepemimpinan seorang seni mendorong/mempengaruhi orang-orang lain untuk mengerjakan apa yang dikehendaki seseorang pemimpin untuk dikerjakannya.

29. W.G. Bennis “Leadership Theory and Administration Behavior”
Kepemimpinan sebagai proses dengan mana pemimpin mendorong, mempengaruhi bawahan untuk berprilaku seperti yang dikehendaki.

30. J.B. NASH “Leadership”
Kepemimpinan mencakup kegiatan mempengaruhi perubahan dalam perbuatan orang-orang.

31. Ordway Tead “ The Art of Leadership”
Kepemimpinan sebagai kegiatan mempengaruhi orang-orang untuk bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan yang dikehendaki.

32. H.H. Jennings “Leadership – a dynamic redefinition”, Journal Education School, 1944.
Kepemimpinan muncul sebagai suatu hasil interaksi yang melibatkan prilaku yang memuat seseorang terangkat keperanan sebagai pemimpin oleh individu-individu lain.

33. J.K. Hemphill- Dalam “ The Leader and his Group”.
Kepemimpinan adalah perilaku seorang individu sementara ia terlibat dalam pengerahan kegiatan-kegiatan kelompok.

- Dalam “ A Propossed Theory of leadership in small groups; Technical report”.
Memimpin berarti terlibat dalam suatu tindakan memulai pembentukan struktur dalam interaksi sebagai bagian dari proses pemecahan masalah-masalah bersama.

34. R. C. Davis “ The Fundamentals of Top Management”
Kepemimpinan sebagai kekuatan dinamika yang pokok yang mendorong memotivasi, dan mengkoordinasikan organisasi dalam pencapaian tujuan-tujuannya.

35. C. Schenk “Leadership” : Infantry Journal. 1928.
Kepemimpinan adalah manajemen mengenal manusia dengan jalan persuasi dan inspirasi dan bukannya dengan pengarahan atau semacamnya, atau ancaman, paksaan yang terselubung.

36. C.V. Cleeton & C.W. Mason “Executive Ability its Discovery and Development"
Kepemimpinan menunjukkan kemampuan mempengaruhi orang-orang dalam mencapai hasil-hasil melalui himbauan emosional dan bukannya melalui penggunaan kekerasan/wewenang.

37. N. Copeland “Psychology and the Soldier”
Kepemimpinan adalah seni perlakuan terhadap manusia. Ini adalah seni mempengaruhi sejumlah orang dengan persuasi atau dengan teladan untuk mengikuti serangkaian tindakan.

38. H. Kootz & O’ Donnel “ Principles of Management”
Kepemimpinan adalah kegiatan mempersuasi orang-orang untuk bekerjasama dalam pencapaian suatu tujuan bersama.

39. C. K. Warriner “ Leadership in the small Group”, American Journal Soc, 1955
Kepemimpinan sebagai suatu bentuk hubungan diantara orang-orang, dimana mengharuskan seseorang atau lebih bertindak sesuai dengan permintaan pihak lain.

40. H. Gerth & C.W. Mills “Character and Social Structure”
Kepemimpinan dalam arti luas adalah suatu hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin dalam mana pemimpin lebih banyak mempengaruhi dari pada dipengaruhi; disebabkan karena pemimpin menghendaki yang dipimpin berbuat seperti dia dan tidak berbuat lain yang dimaui sendiri.

41. R. M. Bellows “Creative Leadership”
Kepemimpinan sebagai proses pengaturan suatu situasi sedemikian rupa, sehingga anggota-anggota kelompok termasuk si pemimpin, dapat mencapai tujuan bersama dengan hasil maksimum dan dengan waktu dan kerja minimum.

42. Ralp M. Stogdill (1950)
Is the process of influencing group activities toward goal setting and goal achievement (proses mempengaruhi kegiatan kelompok, menuju kearah penentuan tujuan dan mencapai tujuan).

- Dalam “Individual Behavior and Group Achievement”
Kepemimpinan adalah permulaan pembentukan struktur dan memeliharanya dalam harapan dan interaksi.

- Dalam “A Handbook of Leadership” yang dikutip oleh Prof. Drs. S. Pamuji, MPA,
a. Leadership As A Focus Of Group Process
(Kepemimpinan sebagai titik pusat proses kelompok)
b. Leadership As Personality And Its Effects
(Kepemimpinan sebagai kepribadian seseorang yang memiliki sejumlah perangai (Traits) dan watak (Character) yang memadai dari suatu kepribadian)
c. Leadership As The Art Of Inducing Comliance
(Kepemimpinan sebagai seni untuk menciptakan kesesuaian paham, kesepakatan)
d. Leadership As The Exercise Of Its Influence
(Kepemimpinan sebagai pelaksanaan pengaruh)
e. Leadership As Act Or Behavior
(Kepemimpinan sebagai tindakan atau prilaku)
f. Leadership As A From Of Persuasion
(Kepemimpinan adalah bentuk persuasi)
g. Leadership As A Power Relation
(Kepemimpinan sebagai suatu hubungan kekuasaan/kekuatan)
h. Leadership Is An Instrumental Of Goal Achievement
(Kepemimpinan adalah sarana pencapaian tujuan)
i. Leadership As An Effect Of Interaction
(Kepemimpinan adalah suatu hasil dari interaksi)
j. Leadership As A Deferentiated Role
(Kepemimpinan adalah peranan yang dipilahkan)
k. Leadership As The Initiation Of Structur
(Kepemimpinan sebagai awal dari pada struktur)

Pemimpin Manajemen

Pemimpin Manajemen selalu bertindak proaktif yang bersifat preventif dan an-tisipatif. Pemimpin Manajemen tidak hanya bertindak reaktif yang mulai mengambil tindakan bila su-dah terjadi masalah. Pimpinan yang proaktif selalu bertindak untuk mencegah munculnya masa-lah dan kesulitan di masa yang akan datang

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More