Selamat datang di situs CV. Mandiri Kreatif

CV. MANDIRI KREATIF adalah sebuah perusahaan yang didirikan di Kota Bandung pada tanggal 18 Februari 2010. Perusahaan ini bergerak dalam perdagangan barang dan jasa. CV. MANDIRI KREATIF telah banyak mendapatkan proyek-proyek pemerintah dan swasta. Komitmen kami adalah memberikan kualitas layanan terbaik, yang menjadi motivasi kami dalam mencapai prestasi untuk menjadi mitra di bidang pengadaan barang dan jasa yang berkualitas. Sejarah usaha kami selalu mengembangkan sumber daya manusia dan mencari inovasi baru dalam meningkatkan mutu kerja didukung peningkatan sarana produksi hingga pendukung usaha lainnya.

Kamis, 03 Mei 2018

Elmu Ceu Iroh

Elmu Ceu Iroh

Di buruan imah, kasampak jang Juhro luut-léét kesang  renghap-ranjug bangun nu leuleus pisan.
ditanya ku ceu Iroh :
"Sujang kunaon nyanéh mani siga nu ripuh ?"

Juhro némbalan :
"tas ngungudag si jago bari teu hasil ditéwak ceu"

Kojéngkang c Iroh ka goah, balikna mawa bangsal sakobokan.

"Kurrrrr ......kuuuurrr.......!!
Ngawurkeun bangsal di buruan.
Teu lila ngaburudul hayam ngaronom macokan bangsal, kaasup si jago nu tadi diuudag jang Juhro.
Kep si jago ditéwak, terus di bikeun ka jang Juhro.
Jang Juhro ukur olohok ngembang kadu.

Ceu Iroh :
"Sujang loba cara néwak hayam teh, teu kudu dibeberik sagala, lumpat ditarikan  si jago gé beuki tarik bari gagarapakkan ngagandéngkeun tatangga. Awak cape si jago teu beunang."

Kitu oge dina nyiar rejeki, teu perlu diuudag sataker kebek. Awurkeun saeutik shodaqoh, béré budak yatim jeung nu butuh.
Engké gé rejeki nyampeurkeun  
Komo bari gede tur ikhlas

Hapunten bilih aya nami atanapi karakter nu sami, carita ieu mung kanggo kaperyogian tafakur.

Wassalamualaikum warohmatulohi wabarokatuh.

AKAL PENDEK OBRAL ASET BANGSA !!!

[14:50, 5/3/2018] +62 812-8317-7007: AKAL PENDEK OBRAL ASET BANGSA !!!
Oleh : Akbar Faisal
(Anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem)

Bagaikan petir di siang bolong, rencana pemerintah menjual aset-aset strategis ke pihak swata, telah mengagetkan seisi republik. Daftar aset yang akan dilepas tak tanggung-tanggung, meliputi jalan tol, pelabuhan dan bandara.
(Baca : http://m.liputan6.com/bisnis/read/3123592/tahun-ini-pemerintah-serahkan-15-bandara-dan-pelabuhan-ke-swasta)

Gilanya, Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan ikon kebanggaan dan juga pintu gerbang Indonesia, akan dilego juga.

Padahal selama ini pemerintah selalu  ngotot bahwa ekonomi masih terkendali. Bahkan Presiden Jokowi pernah menjanjikan ekonomi, ekonomi akan meroket tinggi.
(Baca : http://ekonomi.kompas.com/read/2015/08/05/192311826/Jokowi.Mulai.September.Pertumbuhan.Ekonomi.Indonesia.Akan.Meroket)

Presiden juga tak malu-malu berpidato di forum internasional bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi ketiga se-dunia, meskipun akhirnya dikoreksi setelah dikritik oleh ekonom Hong Kong.
(Baca : https://ekbis.sindonews.com/read/1202458/33/klaim-jokowi-ekonomi-ri-tiga-besar-dunia-timbulkan-salah-persepsi-1493888002)

Jurus melego aset merupakan jalan pintas orang kepepet. Demikian halnya yang saat ini dilakukan oleh pemerintah, tak lebih menggambarkan kondisi pemerintah yg no money. Jika ekonomi baik-baik saja dan duit melimpah, maka tidak akan muncul pikiran pendek melego aset strategis.

Sebelum geger-geger melego aset, pemerintah juga rajin keliling dunia mencari hutang, meskipun dibungkus dalam bahasa yang lebih sopan "mencari investor". Nyatanya, adalah mencari hutang!!!

Dunia tak merespon, kecuali China, yang bersedia memberi pinjaman dan menanamkan duitnya di Indonesia. Tapi jangan gembira dulu, China mematok persyaratan seabrek. Diantaranya Indonesia harus menerima TKA China. Maka lihatlah TKA China membanjir ke Indonesia.
(Baca : http://www.neraca.co.id/article/74792/ironi-tenaga-kerja-asing-dari-china)

Tapi, tak semua proyek China berjalan mulus. Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung mangkrak tanpa kejelasan kelanjutannya.

Setelah, memggenjot utang, pemerintah juga menggenjot pajak. Seabrek jaring menggait pajak dilembarkan ke publik diantaranya tax amnesty, ppn terhadap petani tebu, keleluasaan mengintip data nasabah bank, dll.

Namun tetap saja gagal mengerek penerimaan pajak. Hingga akhir Oktober 2017, pajak yang terkumpul baru 858 triliun dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 1.238,6 triliun. Bayangkan, masih kurang Rp. 425,5 triliun.
(Baca : https://m.jpnn.com/news/2-bulan-pemerintah-harus-kumpulkan-pajak-rp-425-triliun)

Mampukah pemerintah mengumpulkan Rp.425,5 triliun hanya dalam tempo 2 bulan? Jelas sebuah mission impossible.

Jika pemerintah gagal mengumpulkan Rp. 425,5 triliun, maka ruang fiskal akan terganggu. Pasalnya, saat ini belanja pemerintah lah yang diharapkan menjadi stimulator untuk menggerakkan perekenomian nasional.

Konsumsi masyarakat yang tadinya selalu terdepan mengerek pertumbuhan nasional juga sedang menunjukkan tren penurusan. Maka hanya kepada pemerintah lah harapan itu ditambatkan.

Sayang, duit di kas kering kerontang. Pajak meleset jauh dari yang diharapkan. Maka satu-satunya jalan adalah mengobral aset-aset yang di miliki. Akhirnya jurus dewa mabuk pun dipakai juga.

Ide jual aset pertama kali dilontarkan oleh Presiden Jokowi. Sepintas ide tersebut memang masuk akal, namun jika dicermati itu bagaikan jurus dewa mabuk yang sedang kalap. Karena bangsa yang hebat adalah bangsa yang memiliki banyak aset, bukan yang pintar jual aset.
(Baca : http://nasional.kompas.com/read/2017/04/26/14381591/jokowi.instruksikan.bumn.jual.infrastruktur.ke.swasta

Perintah presiden untuk melego aset segera ditindaklanjuti para menteri. Menteri BUMN langsung perintahkan Waskita untuk menjual Tol Becakayu yang baru saja diresmikan.
(Baca : https://economy.okezone.com/read/2017/11/03/320/1807822/menteri-rini-minta-tol-becakayu-dijual-dirut-waskita-karya-siapa-saja-boleh-ambil)

Menteri Perhubungan juga mewacanakan mengalihkan operasional sejumlah bandara dan pelabuhan penting ke pihak swasta. Modus itu ditutupi dengan argumen untuk menciptakan pelabuhan mandiri dan tidak membebani APBN.

Sebagaimana argumen Presiden Jokowi, argumen Menteri Perhubungan juga selintas ada benarnya juga. Lagi-lagi setelah ditelusuri, ini hanya akal-akalan semata demi mendapatkan cash money.

Logikanya, hanya orang-orang kepepet saja yang akan melego asetnya kepada orang lain. Sebaliknya, orang-orang yang memiliki duit cukup atau bahkan berlimpah, akan berlomba-lomba memborong aset.

Namun untuk menutupi kebohongan, berbagai argumen yang seakan masuk akal terus diproduksi untuk mengelabuhi publik. Padahal, rakyat yang tidak sekolah pun akan paham jika pemerintah menjual aset, itu artinya pemerintah tidak punya duit.

Tapi, apakah melego aset merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi seretnya kas pemerintah. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa duit APBN habis disedot untuk bayar hutang beserta bunganya.
Baca :
https://nasional.kompas.com/read/2016/10/27/22034631/jk.sebut.cicilan.dan.pokok.utang.yang.harus.dibayar.di.2017.capai.rp.500.triliun

Setelah mengamati secara mendalam kebijakan pemerintah, ternyata Kabinet Kerja hanya berakal pendek. Tidak mau berpikir dan bekerja keras. Selalu solusi jangka pendek yang diandalkan, yaitu : menumpuk hutang untuk bayar hutang yang jatuh tempo, memeras pajak dari rakyat, dan melego aset strategis bangsa.

Bila kebijakan tersebut terus-menerus dipaksakan, bukan tidak mungkin Indonesia akan terjerumus ke dalam krisis ekonomi. Sebelum situasi buruk itu terjadi, Presiden Jokowi harus menghentikan ide penjualan aset strategis.

Melego aset strategis, selain merugikan secara ekonomi, juga melanggar konstitusi. Pasal 33 UUD 1945 dengan jelas menyebutkan :
_1). Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan;
2). Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara;
3). Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat;
4). Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional._

Harus ditempuh upaya yang lebih komprehensif dalam mengatasi seretnya kas pemerintah. Diantara langkah yang bisa ditempuh adalah : penjadwalan ulang hutang-hutang yang jatuh tempo, bila perlu mengajukan penghapusan hutang, menggenjot pajak kepada korporasi-korporasi raksasa yang selama ini membandel, dan membuka komunikasi yang lebih intensif dengan negara-negara selain China.

Saya Setuju dan Saya Dukung 2019 Ganti Presiden
-------------------
[15:34, 5/3/2018] +62 878-0314-5275: Allahu Akbar...!!

Kami ikuti seruan imam besar umat islam Habib Rizieq Syihab untuk melawan HOAX,kebohongan juga propaganda musuh-musuh islam dengan informasi yg benar dan akurat selayak burung Hud-Hud si pembawa berita.

Kami taati arahan beliau imam besar umat islam Habib Rizieq Syihab untuk memperkuat ukhuwah islamiyah kepada sesama muslim walaupun beda partai,organisasi bahkan beda mazhab sekalipun karena yg terpenting rapatkan barisan, satukan tujuan bela islam bela NKRI.

Di tandai serah terima dan pemakaian atribut PEDJOEANG HOED-HOED 212 jg foto bersama Prof DR YUSRIL IZHA MAHENDRA selaku ketua umum PP PBB sepakat, dengan semangat Alumni 212  dan Spirit burung HUD-HUD kita lawan berita bohong,berita hoax dan mendukung aksi mencerdaskan umat dengan berita yg benar dan akurat...Insya Allah..
[16:16, 5/3/2018] +62 817-6009-999: "HARAM PILIH JOKOWI GUS NUR AKAN DILAPORKAN DAN DI PERKARAKAN"

Untuk yang kesekian kalinya, saya akan dilaporkan ke Polisi oleh pihak, kalau boleh saya pakai istilah “Cebong - Jokower” atau orang-orang yang selama ini getol bersuara paling NKRI. Paling Pancasila dan paling Bhinneka Tunggal Ika.

Kemarin siang Rabu 02 Mei jam 11.30 waktu Palu, saya juga didatangi petugas dari Polsek dan Polres Palu, beliau-beliau silaturohim ke pesantren saya membawa kabar; katanya ada segelintir orang Ansor berorasi melaporkan saya ke Polda Palu.

Kembali ke LAPTOP.
Bagi saya memilih Jokowi itu memang HARAM.
Kalian mau Apa???
Mana dalilnya milih Jokowi Haram???
Ini Dalilnya:
“Waqola Gus Nur Haram Memilih Jokowi”.

Apa masih kurang jelas???
Kalau kalian mau milih Jokowi ya silahkan, mau dukung Jokowi sampai matipun ya silahkan, saya gak melarang.
Lantas kalian marah kalau saya Haram memilih Jokowi???

Teramat banyak dan gamblang alasan serta dalil kenapa saya putuskan Haram Memilih Jokowi?
Salah satunya lebih 50 janji yang tidak ditepati dan kebijakan-kebijakan lainnya yang sangat merugikan saya serta rakyat lainnya.

Wahai Cebong, saya tidak pernah menyengsarakan rakyat, dan tidak pernah membohongi rakyat.
Daripada Anda sibuk melaporkan saya, kenapa Anda tidak sibuk MELAPORKAN JOKOWI SAJA yang sudah jelas didepan mata kesalahan-kesalahannya.

Sekalian dilengkapi, disamping laporkan Bapak Jokowi, laporkan juga MENTERI-MENTERI yang asal njeplak mulutnya yang sangat membuat hati rakyat terluka. Plus POLITIKUS-POLITIKUS BUSUK YANG JUGA PROVOKATOR KELAS KAKAP.
Kenapa bukan mereka yang kalian LAPORKAN???

Terakhir, sejengkalpun saya pantang mundur dan HARAM HUKUMNYA SAYA MUNDUR DARI GELANGGANG JIHAD INI.

Ayolah berperang secara gentle, perang opini, perang video, perang  badar atau perang apapun secara jantan.
Jangan dikit-dikit lapor, dikit-dikit lapor, malu-maluin saja, kayak anak ingusan saja.
Saya tiap hari juga di teror bahkan di fitnah oleh Jokower, tapi saya senyum saja, gak main lapor.
Dasar Cebong penjilat Munafik...!!!

Gus Nur/Cak Nur

Senin, 23 April 2018

WAGOODBENER! Lunasi Janji Kampanye, Seluruh Gaji Sandiaga Dizakatkan

WAGOODBENER! Lunasi Janji Kampanye, Seluruh Gaji Sandiaga Dizakatkan


[PORTAL-ISLAM.ID]  Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan pendapatannya selama enam bulan menjabat sudah dizakatkan seluruhnya sesuai janjinya dulu.

“Sesuai dengan janji saya, pendapatan, gaji saya yang dari Pemprov DKI sudah disalurkan ke Badan Amal, Zakat, Infaq, dan Shadaqah (Bazis) DKI Jakarta, nanti kami duduk sama pengelola keuangan di sini bila perlu transparansi kami akan sampaikan,” kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu 18 April 2018.

Sandiaga mengaku tak ingat persis berapa pendapatannya sebagai wakil gubernur. Ia tak merisaukan nilainya karena menurutnya Tuhan akan menggantinya berkali-kali lipat.

“Allah SWT sudah menjanjikan baliknya 700 kali lipat tentunya dalam bentuk moneter, dalam bentuk kesehatan, kebahagiaan, jadi buat saya harganya tuh nggak akan ternilai,” kata Sandiaga.

Sandiaga berkelakar pendapatannya yang disumbangkan ini sudah mendapat persetujuan dari istrinya Nur Asia.

“Setuju banget dia. Dan dia merasakan banget manfaatnya,” ujar dia.

Rezeki Tercukupi Setelah Masuk Penjara

Rezeki Tercukupi Setelah Masuk Penjara

📝 Oleh: Jonru Ginting

Beberapa waktu lalu di Rutan Cipinang, saya bertemu seseorang untuk pertama kalinya. Namanya Sandi, usia sekitar 35 tahun. Menurut pengakuannya, dia dipenjara karena kasus penjualan hewan yang dilindungi.

Awalnya dia menyapa saya dengan bertanya, "Fan page Jonru masih ada gak, Bang?"

"Sudah disita polisi," sahut saya.

"Sudah dihapus?"

"Masih ada. Tapi saya sudah tak bisa mengaksesnya."

"O, password-nya diubah oleh polisi, ya?"

"Betul," sahut saya. Lebih tepatnya, password akun adminnya sudah diganti oleh polisi.

Lalu kami pun ngobrol. Ia bertanya tentang kasus saya. Saya pun menjawab sesuai fakta. Saya jelaskan bahwa saya naik banding dan sedang menunggu hasilnya."

Lalu kami pun ngobrol tentang semakin banyaknya aktivis muslim yang ditangkap, tentang rezim yang makin otoriter.

Dan tiba-tiba si Sandi ini berkata, "Kita ambil hikmahnya saja ya, Bang. Kita memang geram melihat situasi yang makin kacau. Tapi kita bersuara kritis pun, tak ada gunanya bagi keluarga. Pihak yang dulu kita bela, ternyata kini lupa pada kita."

Saya tertegun, mulai menyadari bahwa sepertinya ada yang salah pada diri si Sandi ini. Maka saya pun mulai berceramah padanya.

Begini lho, Mas:

Pertama:
Kita ini kalau berjuang harus ikhlas. Luruskan niat demi Allah semata. Jadi tak ada urusan dengan orang-orang yang kita bela. Mereka mau membela kita atau melupakan kita, itu sama sekali tidak penting jika niat kita ikhlas demi Allah semata. Kita berjuang Demi Allah, bukan demi Prabowo atau demi FPI atau demi PKS dan sebagainya.

Kedua:
Faktanya, alhamdulilah yang membela saya sangat banyak. Ketika sidang, saya dibantu oleh 54 pengacara muslim dari berbagai lembaga hukum. Dan mereka semua tidak dibayar (jadi jika dulu sempat ada berita bahwa Jonru belum punya pengacara, Jonru sudah dibuang, Jonru sudah dilupakan, dst, ketahuilah bahwa itu cuma hoax bikinan para cebong).

Rumah saya hampir setiap hari dikunjungi oleh teman, sahabat, tokoh, komunitas, yang memberikan dukungan moril bagi istri dan keluarga saya.

Banyak di antara mereka yang datang membawa uang sumbangan. Ada pula di antara mereka yang melakukan penggalangan dana untuk membantu keluarga saya. Padahal kami tak pernah meminta.

Saya pun sering dijenguk di penjara oleh sejumlah teman. Saat berkunjung, ada yang memberikan bantuan dana Rp 1 juta. Saat di pengadilan pun, banyak sekali orang yang memberikan uang pada saya, tanpa pernah saya minta.

Bahkan yang sangat ajaib, pengacara saya sendiri yang mentraktir saya makan, bahkan memberikan bantuan uang pada saya. Padahal seharusnya sayalah yang membayar jasa mereka. Tapi ini kok malah terbalik?

Jika ditotal, jumlah bantuan dana yang telah diterima oleh keluarga kami sudah sangat untuk cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari, bahkan lumayan untuk modal usaha (padahal sejak dulu, salah satu hal yang paling sulit saya dapatkan dalam berbisnis adalah modal), juga untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, dan sebagainya.

Alhamdulilah....

Dan saat banyak orang tahu bahwa istri saya sedang hamil, tiba-tiba banyak dokter ahli kandungan yang menghubungi, menyatakan siap membantu persalinan istri saya secara gratis.

Jadi Mas Sandi....
Itulah jawaban untuk "hikmah" versi Anda.

Alhamdulilah... orang dan lembaga yang membantu saya sangat banyak. Tidak benar bahwa saya dilupakan. Tidak benar bahwa perjuangan saya selama ini tak ada manfaatnya bagi keluarga.

Alhamdulilah, keluarga saya yang dulu hampir tiap hari menghadapi masalah kesulitan keuangan, karena kami memang masih tergolong miskin, dan saya selama ini berjuang murni karena panggilan hati nurani dan panggilan dakwah semata, bukan karena dibayar atau semacamnya, alhamdulilah... Justru kriminalisasi yang sedang saya alami ini mendatangkan manfaat yang sangat tak terduga bagi keluarga kami.

Justru setelah saya masuk penjara, masalah finansial keluarga kami kini teratasi. Padahal dulu, hampir tiap hari saya galau memikirkan hidup yang serba pas-pasan bahkan sering kehabisan uang.

Anda mungkin tidak percaya jika saya katakan bahwa selama ini hidup saya sungguh kontradiktif: Sangat terkenal tapi masih miskin. Terdengar aneh, tapi Demi Allah memang demikianlah faktanya. Bahkan teman saya Dudun Parwanto yang pernah makan siang di istana bersama Jokowi, pernah menulis di Kompasiana memgenai hal tersebut. Karena dia adalah teman yang sudah sangat mengenal saya secara pribadi.

Alhamdulillah, rezeki keluarga kami datang dari Allah melalui bantuan teman, sahabat dan orang-orang yang mendukung perjuangan saya, yang simpati terhadap nasib saya yang sedang dikriminalisasi, yang simpati terhadap istri dan anak-anak saya yang untuk sementara harus jauh dari sang kepala keluarga.

Alhamdulilah, apa yang saat ini saya alami membuat saya semakin yakin terhadap kebenaran Al-Quran.

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS.Muhammad:7)

Setelah mendengar penjelasan saya di atas, Sandi terlihat diam, seperti bingung harus berkata apalagi.

Ya, itulah salah satu pengalaman saya di Rutan Cipinang. Pengalaman yang sangat berkesan. Saking berkesannya, saya pun rela menuliskannya pakai pulpen dan kertas, lalu diketik oleh keluarga saya di rumah.

NB: Saya divonis 1,5 tahun penjara oleh pengadilan, dituduh terbukti melakukan ujaran kebencian. Padahal dari fakta persidangan terbukti bahwa tuduhan terhadap saya tidak punya dasar hukum apapun. Sehingga jika hakim benar-benar bersikap adil, seharusnya saya divonis bebas. Tapi seperti inilah potret hukum di negeri kita. Masih sangat jauh dari keadilan. Apalagi kasus saya ini sepertinya adalah kasus pesanan, di mana "mereka" menghendaki saya harus masuk penjara.

Saya didzolimi. Namun alhamdulilah Allah menolong saya dan keluarga saya dengan cara yang sangat tak terduga.

Rutan Cipinang, 10 April 2018

Jonru Ginting

NB: Dapatkan buku terbaru Jonru, sebuah otobiografi berjudul #SayaBerubah yang proses revisinya dilakukan di dalam penjara.

Hubungi admin Jonru Book Store:
085310153095 atau 087880252970 (pilih salah satu nomor saja)

Rabu, 18 April 2018

UMURMU..40,50 TAHUN..?

UMURMU..40,50 TAHUN..?
HATI HATI, ANDA SDG MENUJU KEMBALI KEPADA ALLAH SWT.


Firman Allah SWT : "...Bukankah Kami telah memberimu umur sehingga kamu sempat mengingat bagi sesiapa yang mau mengingat?" (Fathir: 37)
"Allah tidak lagi memberi alasan bagi siapa yang telah dipanjangkan umurnya hingga 50 tahun" (HR.Bukhari)

Al-Khattabi berkata : "Maknanya, orang yg Allah panjangkan umurnya hingga 40,50,60 tahun, tidak diterima lagi keuzuran/alasan. Karena usia 40,50,60 tahun merupakan usia yang dekat dgn kematian, maka inilah kesempatan untuk memperbanyak taubat, beribadah dgn khusyuk, dan
 bersiap-siap bertemu Allah." (Tafsir alQurthubi)

Fudhail bin Iyadh berkata kepada seseorang yang telah mencapai umur 40, 50, 60 tahun, Maka nasihat Fudhail kepadanya : "Berarti  kamu berjalan menuju Tuhanmu, sekarang dan hampir sampai... Lakukan yang terbaik pada sisa usia senja-mu, lalu akan diampuni dosa-dosamu yang lalu. Tapi jika engkau masih berbuat dosa di usia senjamu, kamu pasti dihukum akibat dosa masa lalu dan masa kini sekaligus.."

Maka para alim ulama memberi nasihat cara menjalani umur yang sudah mencapai 40,50,60 tahun :

JANGAN banyak BERGURAU dan terjebak dalam hal-hal yang tidak ada manfaatnya untuk akhirat.

JANGAN berlebih-lebihan, BERHIAS, BERSOLEK, dan BERPAKAIAN.

JANGANLAH BERLEBIH-LEBIHAN makan, minum, dan berbelanja barang yg kurang diperlukan utk mendukung amal shalih.

JANGAN BERKAWAN dengan orang yang tidak menambah iman, ilmu, dan amal.

JANGAN banyak berjalan dan MELANCONG ke sana sini tanpa MANFAATNYA yg dapat mendekatkan diri pada kehidupan akhirat.

JANGAN gelisah, berkeluh kesah, dan kesal dengan kehidupan sehari-hari. Selalu penuhi diri dg rasa sabar dan bersyukur.

PERBANYAK doa mengharap keridhaan Allah agar Husnul Khatimah dan dijauhkan dari Su'ul Khatimah.

TAMBAHKAN ilmu agama, perbanyak mengingat kematian, dan bersiap menghadapinya.

Siapkan WASIAT dan lakukan PEMBAGIAN harta segera

Kerap menjalin SILATURAHIM dan merekatkan hubungan yang renggang sebelumnya.

MINTA MAAF dan berbuat baik terhadap pihak yang pernah dizalimi.

TINGKATKAN amal SOLEH terutama amal JARIYAH yang dapat terus memberi pahala dan syafa'at setelah kita mati.

MAAFkan kesalahan orang kepada kita walau seberat apapun kesalahan itu.

Bereskan segala HUTANG yang ada dan jangan buat HUTANG BARU walaupun untuk menolong orang lain.

Berhentilah dari semua MAKSIAT!

MATA, berhentilah memandang yg tidak halal bagimu

TANGAN, berhentilah dari meraih yg bukan hak mu

MULUT, berhentilah makan yg tidak baik dan yg tidak halal bagimu, berhentilah dari GHIBAH, FITNAH, dan berhentilah menyakiti hati orang lain

TELINGA, berhentilah mendengar hal-hal haram dan tak bermanfaat

Berbaik sangka lah kepada Allah atas segala sesuatu yg terjadi dan menimpa

Penuhi terus hati dan lisan kita dg istighfar & taubat utk diri sendiri, orang tua, dan semua orang beriman, di setiap saat dan setiap waktu.

Semoga bermanfaat bagi kita semua, walaupun Anda belum 50 tahun. karena...
KEMATIAN TIDAK MENGENAL UMUR.

Semoga bermanfaat

Kamis, 12 April 2018

Pemenang Abadi

Assalamualaikum Wr WB
Selamat Pagi!😊💪🏻☕

Pemenang Abadi

Ini tentang kamu dan setiap usahamu, yang tidak pernah diketahui oleh orang lain,
Bahkan diriku.

Ketika ada air mata dan luka yang hadir dalam langkah-langkah kecil itu, semua tidak akan membuatmu terlarut dalam luka itu, karena saat ini kamu mulai paham bahwa tujuan hidup ini bukan hanya untuk dunia, melainkan untukNya yang selalu ada untukmu

Sekalipun permasalahan dunia begitu besar bagimu, aku harap kamu tidak lupa bahwa Allah adalah penenang abadi dalam hidup ini

Semangat

FIKSI VS FIKTIF

FIKSI VS FIKTIF
------------------------Kemarin, Rocky Gerung benar-benar menunjukkan kapasitas dirinya sebagai seorang profesor. Ia berani membongkar definisi sebuah kata yang selama ini disalahpahami masyarakat, termasuk aku.

"Saya perlu memahamkan terlebih dahulu apa itu Fiksi, karena akhir-akhir ini kita disibukkan oleh pidato Prabowo tentang Indonesia di tahun 2030," Prof. Rocky mengawali paparannya, "Bahkan banyak yang mengolok-olok, 'ah, itu data dari buku fiksi kok dipercaya.'"

Peserta di ruang ILC diam, mendengarkan.

"Padahal yang mengolok-olok inilah yang dungu. Mereka gak bisa bedakan antara FIKSI dengan FIKTIF. Fiksi adalah sesuatu yang bisa meledakkan daya imajinasi otak terhadap masa depan. Sedangkan fiktif artinya kebohongan. Sekarang saya mau tanya, kitab suci itu fiksi apa bukan?"

Ruangan terdiam.

Prof. Rocky tersenyum, "Siapa berani jawab?"

Masih hening.

"Kitab suci itu fiksi," tutur guru besar UI tersebut.

Wuih, berani benar ini orang, pikirku. Betul saja setelah itu banyak yang interupsi. Salah satunya dari Akbar Faisal.

"Sebentar, Pak Rocky. Saya berusaha memahami kata-kata Anda, tapi kali ini saya sebagai orang Islam tak bisa terima bahwa kitab suci saya, Al-Qur'an, dianggap sebagai fiksi. Padahal saya merasakan sendiri kalau Al-Qur'an itu fakta. Terjadi pada kehidupan saya. Statemen Anda bisa bermasalah."

Entahlah, melihat wajah yang memprotes membuatku bertanya, Bukannya orang ini yang dulu membela Ahok saat terjadi penistaan Al-Maidah 51? Sekarang dia merasa terluka Al-Qur'an dianggap fiksi.

"Makanya dengarkan dulu penjelasan saya," jawab Rocky Gerung. "Orang seperti Anda, sering salah kaprah. Menyandingkan kata FIKSI dengan kata FAKTA. Padahal sebenarnya FIKSI itu sandingannya dengan REALITA. Sesuatu dalam karya fiksi yang belum menjadi realita saat ini, bukan berarti itu bohong. Bisa jadi akan benar-benar terjadi di masa depan. Sedangkan kata FAKTA itu lawannya FIKTIF. Ketika saya bilang pemerintah tidak impor beras, itu FIKTIF, karena FAKTA-nya impor."

Nampak beberapa peserta di studio menganggukkan kepala.

"Seperti yang saya ungkap tadi, fiksi adalah narasi yang bersifat imajiner, mengarah ke masa depan, hingga para pembaca bisa berimajinasi tentang hal tersebut. Contoh dalam kitab suci mengatakan tentang keindahan surga, yang diperuntukkan untuk orang yang suka beramal baik. Kita belum merasakannya, tapi kita bisa membayangkan seperti apa keindahan di surga. Hingga orang-orang berlomba berbuat baik. Itu fiksi. Saya berani berkata kitab suci itu fiksi atas dasar definisi tersebut. Barulah kalau saya bilang bahwa kitab suci itu FIKTIF, saya bisa dipenjara. Karena dengan kata lain saya bilang kitab suci itu bohong."

Aku langsung membuka Google, menulis kata di kolom pencarian "Fiksi adalah". Klik.  Lalu muncullah tulisan ini:

'Fiksi adalah sebuah Prosa naratif yang bersifat imajiner, meskipun imajiner sebuah karya fiksi tetaplah masuk akal dan MENGANDUNG KEBENARAN yang dapat mendramatisasikan hubungan-hubungan antar manusia.'

Wah, keren banget ini profesor. Darinya aku tahu, ternyata istilah FIKSI itu berbeda dengan FIKTIF. Fiksi ternyata cara penggambaran cerita di masa depan atau masa lalu dengan dramatisasi hingga manusia bisa membayangkan seperti apa kejadian sebenarnya.

Allah pun menggunakan cara fiksi ketika menggambarkan kiamat di dalam Al-Quran. Misal ketika Allah menggambarkan bagaimana kelak saat terjadi kiamat kubro. Bahwa bumi akan digulung, bintang-bintang berjatuhan, gunung-gunung akan berterbangan seperti bulu-bulu diterjang angin. Bahkan, nanti seorang ibu akan berlari meninggalkan anak kandung yang sedang menyusu padanya.

Dan dengan pendekatan ini, kita akhirnya bisa membayangkan bagaimana ngerinya situasi saat kiamat tiba.

Sebagai orang beragama, kita wajib meyakini hal ini akan benar-benar terjadi pada suatu hari nanti.

Berbeda dengan istilah fiktif. Sebab fiktif adalah berita bohong.

Alhamdulillah, dapat ilmu baru. Gak sia-sia kemarin menunggu Profesor satu ini ngomong, meski harus menahan kantuk sampai jam 12 malam,  sebab ia baru diberi kesempatan bicara di akhir acara.

Terimakasih, Prof.
---------
Surabaya, 11 April 2018
Fitrah Ilhami

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More