Selamat datang di situs CV. Mandiri Kreatif

CV. MANDIRI KREATIF adalah sebuah perusahaan yang didirikan di Kota Bandung pada tanggal 18 Februari 2010. Perusahaan ini bergerak dalam perdagangan barang dan jasa. CV. MANDIRI KREATIF telah banyak mendapatkan proyek-proyek pemerintah dan swasta. Komitmen kami adalah memberikan kualitas layanan terbaik, yang menjadi motivasi kami dalam mencapai prestasi untuk menjadi mitra di bidang pengadaan barang dan jasa yang berkualitas. Sejarah usaha kami selalu mengembangkan sumber daya manusia dan mencari inovasi baru dalam meningkatkan mutu kerja didukung peningkatan sarana produksi hingga pendukung usaha lainnya.

Sabtu, 09 Februari 2019

ISTRIMU BAHAGIA GAK?

ISTRIMU BAHAGIA GAK?
__
Istri dan Kebahagiaannya

Seorang suami (sebut saja namanya Budi) bertanya ke saya,
“Pak Nas, kenapa ya hutang saya ga lunas lunas?”

Menghadapi pertanyaan sprt ini, biasanya saya jawab dengan mengajaknya menggunakan ilmu “law of projection”, “disiplin kata” atau “garpu tala”. Tapi kali ini saya ingin gunakan jurus berbeda.

Saya tanya balik ke dia “Istri ente bahagia ga sama ente?”

Ditanya pertanyaan berbeda, dia merespon dengan membenarkan pertanyaannya.
“Gini pak Nas, ana tanya tentang hutang. Kenapa ya hutang ana ga lunas lunas?”

Sekali lagi saya tanya balik ke dia “iya... ana tanya ente dulu... istri ente bahagia ga sama ente?”

Lama dia terdiam. Lalu dia jawab “kayaknya ga pak nas”

Lalu saya bilang, “ ya sudah... itu jawabannya... ente ga bakal bisa melunasi “hutang” ente kalau istri ente ga bahagia”

“Lho emang ada hubungannya pak Nas?” tanya dia.

“Ya pasti” jawab saya. Lalu saya jelaskan ilmu terumbu karang.

*

“Di mana Allah titip rezeki untuk manusia?” Ini adalah pertanyaan sederhana, namun banyak manusia tidak tahu jawabannya.

Sementara semua hewan tahu di mana letak rezekinya. Jerapah jika ditanya pasti menjawab di pucuk pohon. Monyet akan menjawab di pohon pisang. Ikan akan menjawab, rezekinya dititip di terumbu karang.

Uniknya, jawaban manusia berbeda-beda. Tidak seragam seperti jawaban hewan. Ada yang menjawab di kantor, di proyek, di bendahara, di mana-mana dan jawaban lain yang menunjukkan sebenarnya kita tidak tahu di mana letak rezeki kita.

Dengan kajian panjang, saya menyimpulkan bahwa rezeki Allah dititip di “Kemuliaan dan Kebahagiaan Orang Lain”.

Rezeki yang kita dapatkan sebenarnya bukan karena keahlian kita, bukan juga karena jam kerja yang kita curahkan. Tapi lebih karena kita pernah memuliakan dan membahagiakan orang lain. Lalu Allah berikan reward berupa rezeki yang tercurah akibat proses itu.

Jika jerapah menjaga pucuk pohonnya, monyet menjaga pohon pisangnya, maka ikan pun menjaga terumbu karangnya agar dapatkan rezeki.

Uniknya, manusia dengan mudah menyakiti perasaan manusia lain. Kenapa? Karena tidak tahu konsep “menjaga terumbu karang” ini. Begitulah yang terjadi pada Pak Budi. Dia fokus mencari nafkah di tempat kerja, tapi istri sendiri tidak dia bahagiakan.

*

Pak Budi menghela nafas. “Terus, apa yang harus saya lakukan pak Nas?”

“Ya sederhana sebenarnya, buat saja istri mulia dan bahagia, karena di sana letak rezeki bapak” jawab saya.

“Kita terlalu sibuk bekerja dan menjadi robot, lalu menganggap dengan aktivitas kita itulah kita mendapatkan rezeki dan mampu membayar hutang-hutang kita. Padahal kita sebenarnya juga bahagiakan orang-orang yang menjadi sebab rezeki kita.

Pimpinan, anak buah, klien, konsumen, kita jagaaa benar hatinya agar tidak tersinggung. Kenapa? Karena kalau tersinggung sedikit saja, mereka akan menghukum kita dengan berkurangnya bagian rezeki kita.

Pimpinan mungkin akan memecat kita, anak buah tidak akan semangat bekerja, klien dan konsumen akan lari, jika kita buat tersinggung.

Saat tiba di rumah... dengan mudahnya kita menyakiti hati istri kita. Kadang sebagai suami, kita menganggap istri harus membuat suami bahagia. Kita-lah raja dalam rumah tangga dan dengan semena-mena kita menuntut banyak hal pada istri kita. Kita pakai dalil2 agama untuk mengeksploitasi istri kita. Semuanya tentang kita dan ego kita sebagai suami.

Ujung dari itu semua, istri tidak bahagia. Seperti ikan, saat terumbu karangnya sudah musnah, manalah mungkin dia bisa dapatkan makanan. Saat istri -sebagai orang paling dekat dengan kita- tidak bahagia, manalah mungkin kita akan dapatkan rezeki”

Pak Budi menunduk lalu menatap saya dalam-dalam...

“Sebenarnya... ini adalah kontemplasi saya juga pak...” ujar saya.

“Oh, pak Nas pernah mengalami?” Tanya pak Budi.

“Ya... begitulah... dulu saya juga orang yang tidak peduli dengan kebahagiaan istri. Terlalu banyak aib jika saya ceritakan... Tapi, sejak saya dapatkan kesimpulan “menjaga terumbu karang” ini, saya balik semua logika saya dalam mencari rezeki.

Saya sudah tidak peduli lagi dengan usaha saya. Saya tidak peduli dengan seberapa banyak nafkah yang saya bisa berikan untuk istri saya. Karena sebenarnya itu hanya dampak dari sikap saya terhadap orang-orang yang paling berharga dalam kehidupan saya. Salah satunya, istri kita.

*

Suatu saat, ada seorang motivator bisnis dari Amerika. Sesi yang paling saya tunggu adalah pertanyaan tentang rahasia sukses. “Apa rahasia sukses bapak?” Tanya seorang penanya.

Saya sudah menunggu dan menduga jawabannya adalah tentang poin2 manajemen, leadership, kedisipilan atau kerjasama tim.

Jawabannya sungguh tak terduga. Sambil memegang mesra tangan istrinya, sang motivator menjawab “Happy Wife, Happy Life”

Sungguh bukan ini rahasia yang saya nantikan. Tapi dengan fasih, motivator itu menjawab dgn susunan logika yang menggugah perasaan saya, bahwa Kebahagiaan Istri lah yang akan membuat hidup seorang suami bahagia.

Ah... malu saya dengan diri saya sendiri. Banyak orang memanggil saya ustadz, tapi kenapa nilai-nilai ini malah dijiwai oleh motivator bisnis dari negara yang dalam citra saya sudah tidak lagi mensakralkan nilai keluarga.

Setelah itu, berhari-hari saya termenung, kalimat “happy wife, happy life” terngiang2 dalam fikiran dan jiwa saya. Akhirnya dengan mantap, saya membuka hati, mau belajar dan menerapkan semboyan sang motivator untuk meniti kesuksesan saya.

*

Pak Budi masih di depan saya. Masih mencoba mencerna kalimat-kalimat yang keluar dari lisan saya. Pak Budi memang sedang konsultasi, tapi hakikatnya ini adalah pembicaraan dua lelaki yang saling berkaca.

Memang tidak mudah menurunkan ego kami sebagai suami. Tapi jika itu yang harus dibayar untuk kesuksesan, kenapa tidak? Sudah terlalu jauh kami berjalan memuaskan ego kami sendiri, dan akibatnya kami tak lagi menemukan bahagia.

*

“Tapi istri saya keras pak Nas, kadang marah-marah ga jelas, apa yang saya lakukan seperti ga bener semua di mata dia. Kalau sudah begitu, saya ya... kebawa marah” ujar pak Budi

“Ya biar saja lah pak, kadang istri kita memang mesti melampiaskan amarahnya. Satu hal yang akhirnya saya fahami... sejak kita menikahi istri kita, dia punya quota marah yang ga habis-habis... kita harus siap memiliki hati yang luas menghadapinya.

Untuk hal ini, saya terinspirasi dari kisah Nabi Muhammad Saw.

Suatu saat, Nabi saw sedang menerima tamu. Sejurus kemudian, ada ketukan pintu dan memberikan semangkuk sup. “Dari mana sup ini?” tanya Nabi yang dijawab dari istri yang lainnya.

Jawaban itu didengar oleh Aisyah ra di dapur yang juga sedang menyiapkan makanan untuk Nabi yang mulia. Tak diduga, Aisyah keluar dan menghalau mangkuk sup itu dan terjatuh mengenai Nabi saw dan tamunya.

Jika kita menjadi Nabi saw, mungkin penyikapan kita akan marah, atau minimal memberikan pengertian kepada Aisyah ra tentang kesalahan perbuatannya.

Tapi, Dialah Nabi saw yang mulia. Dia hanya mengambil kain membasuh sup yang tumpah di baju beliau dan tamunya dan hanya mengatakan kepada tamunya “maafkan ibumu (ummul mu’minin)... dia sedang cemburu”

Penyikapan yang tepat yang lahir dari keinginan menjaga kebahagiaan istri. Ah... semoga kami mampu mencontoh Nabi kami yang mulia.

**

Kehidupan suami istri laksana lautan dalam yang tak pernah habis digali. Satu hal yang pasti, kita harus pertanggung jawabkan ijab-qobul yang sudah terlanjur terucap dan disaksikan oleh Allah.

Lalu kita terikat amat kuat dengan hukum Allah. “Itsnaani yu’ajjiluhumullahu fid dunya, al-baghyu wa huquuqul waalidayn” ada dua dosa yang dipercepat siksanya oleh Allah di dunia : berbuat sewenang2 (Al-baghyu) dan durhaka kepada kedua org tua.

Al-baghyu yang paling besar adalah kepada istri sendiri. Allah mensejajarkan, menyakiti istri sama dengan durhaka kepada orangtua.

Kami berdua menghela nafas... tidak mudah memang menjadi suami, dan kami harus terus belajar. Semoga dengan slogan baru : “Happy Wife, Happy Life”, kami bisa dapatkan kebahagiaan dan kesuksesan kami kembali.

Warning : “Tulisan ini hanya akan cocok jika dibaca oleh suami dan dijalankan olehnya, bukan dipaksa2 sama istri untuk membaca dan melakukannya ☺.

Tulisan ini juga satu paket dengan tulisan sebelumnya berjudul : “suami dan keridhoannya”

---
Sumber: Grup FB Ust. Nasrullah

NGA-JI

NGA-JI

Tempatnya jauh, kau mengeluh..
Tempatnya dekat, kau tak berangkat ...

Ada jadwal pagi, kau minta petang...
Dipindah petang, kau lelah baru pulang...

Ngaji di hari biasa, kau bilang sibuk kerja....
Ngaji di akhir pekan, kau bilang bentrok banyak undangan dan urusan...

Kelas sudah berjalan, kau tanya kapan lagi pendaftaran....
Di buka pendaftaran baru, kau bilang nanti dulu.. masih atur waktu...

Belajar Tajwid kau bilang susah...
Baca Quran tidak bertajwid kau anggap tidak sah...

Disuruh menghafal, kau bilang memberatkan...
Tak ada hafalan, kau bilang kurang tantangan...

Ustadz lulusan pesantren, kau anggap gak keren...
Ustadz lulusan perguruan tinggi, kau bilang tidak cocok ngajar ngaji...

Ustadz ngajarnya serius, kau bilang bikin bete...
Ustadz ngajarnya santai, kau bilang kurang oke...

Makhraj kurang tepat, kau minta dikoreksi....
Sering dikoreksi, kau kapok tak mau lagi mengaji...

Yaa Robbanâ...
Semoga kita istiqomah dalam segala hal... Termasuk mengaji. Aamiin..

NGAJI itu PENTING..... bukan yang penting NGAJI

#Muhasabah

BAPAK PRABOWO API SUDAH DI DEPAN PINTU RUMAH KITA, SIAPA PELAKUNYA...

Suwun sewu,,, sy dpt info spt di bawah ini, monggo... 🙏😊

BAPAK PRABOWO API SUDAH DI DEPAN PINTU RUMAH KITA, SIAPA PELAKUNYA...

--Oleh @fajar--
Tulisan Mas fajar ini khusus menyanggah tulisan bang Deny Siregar yg Berjudul " PAK DHE JOKOWI API SUDAH DI DEPAN PINTU RUMAH KITA

Tulisan ini menuai pro kontra, sahabat fajar silahkan duduk manis baca uraian sederhana saya semoga bisa membantu sahabat fajar, agar tidak hanyut dalam opini bang Deny Siregar. Supaya fikiran kalian lebih indah, tidak menjadi kaum sumbuk pendek.
Jangan lupa ambil cangkirnya seruput kopinya Hihi😂

Sebelum mas fajar menyangga tulisan bang Deny saya akan kutip tulisan beliau sedikit
Apa yang akan terjadi pada Pilpres 2019 nanti ?
Mari kita lihat bahwa pertarungan 2019 akan sama dengan 2014.
Disana hanya akan ada dua kekuatan besar yaitu Prabowo dan Jokowi.
Kenapa begitu ?
Apakah tidak ada calon lain selain mereka ?
Tentu ada.
Tetapi tidak akan muncul atau dimunculkan. Karena memang disainnya adalah membangun dua kekuatan besar lalu membenturkannya.
Sebenarmya Pilgub Jakarta kemaren adalah contoh kecil Pilpres nanti. Isu-isu agama akan kembali dimainkan dengan menggunakan masjid-masjid.

Kali ini temanya adalah Islam vs PKI.
Jokowi pelan-pelan akan di stigmakan sebagai PKI.
Ini sanggahan Mas fajar buat bang Deny Siregar
Memang pilpres 2019 menjadi ajang adu gagasan, tapi perlu kalian ketahui.
Kami yg selama ini duduk bersama para ulama dan nasionalis untuk menstigmakan Jokowi sebagai kader PKI tidak salah karna kita punya banyak BLUNDER bang Deny Siregar

#BLUNDER Ke 1
Pertama Komnas HAM mendesak presiden Jokowi untuk tes DNA tidak di penuhi dengan alasan inilah itulah.
Padahal jati diri seorang presiden perlu agar tidak mencederai kedaulatan bangsa Indonesia

#BLUNDEER Ke 2
Pengarang buku " JOKOWI UNDERCOVER " bpak BAMBANG TRI di tangkap tanpa alasan dan kasusnya hilang bagai di telan bumi.
Tidak ada stasiun telivisi yg berani meliput berita ini, berarti ada kejanggalan di balik isi buku itu.

#BLUNDEEER Ke 3
Buku JOKOWI UNDERCOVER di larang keras di jual di pasaran karna bpak Bambang Tri hanya lulusan SMA. Alasan kongkrit pemerintah mana bisa lulusan SMA ngarang buku, pertanyaannya sekarang .? kok bisa lulusan SMA jadi Mentri ..?

#BLUNDEEEER Ke 4
Buku JOKOWI UNDERCOVER di larang jadi tema di acara ILC. Kok dilarang ada apa. Kan Bpak Karni Ilyas bebas mau ngambil tema apa, akhirnya ILC gagal tayang karna pihak istana kepanasan

#BLUNDEEEEER ke 5
Buku JOKOWI UNDERCOVER di larang di bedah di kampus katanya tidak ilmiah. Padahal buku itu bisa Kitakan ilmiah dan tidaknya setelah di bedah di kampus. Ini aneh tidak pernah di bedah sudah membuat pernyataan bahwa buku itu tidak ilmiah.

#BLUNDEEEEEER ke 6
Orang yg pernah membeli buku JOKOWI UNDERCOVER lagi di Uber oleh pihak kepolisian. Karna di anggap musuh negara. Pertanyaannya ada apa...?

#BLUNDEEEEEEER Ke 7
Kriminalisasi ulama terus berjalan gencar. Padahal sejarah mencatat PKI sasarannya adalah ulama (Silahkan baca sejarah PKI ) tidak salah dong kalau para ulama gerah dengan tindakan pemerintah yg terus berkelanjutan sampai sekarang.

#BLUNDEEEEEEEER Ke 8
Penculikan aktivis mahasiswa, mahasiswa Sekarang yg ingin memberikan perlawanan langsung di culik tidak di beri ruang untuk bergerak, karna pemerintah tau kalau mahasiswa sampai bergerak maka TAHTA Jokowi akan tumbang

#BLUNDEEEEEEEER Ke 9
Pada tahun 2015 silam setahun setelah presiden di Lantik.
Pada tanggal 15 Agustus dalam pidato kenegaraan Jokowi akan minta maaf kepada PKI. Tapi tidak jadi karna banyak tekanan dari para ulama, habaib, ustadz dan elemen masyarakat

#BLUNDEEEEEEEEEER 10
pengarang buku AKU BANGGA JADI ANAK PKI yg bernama Dr. Ribka Tjiptaning di biarkan. Sementara pengarang buku JOKOWI UNDERCOVER di tahan ini kan aneh bin ajib
Isu untuk membenturkan kekuatan besar antara Prabowo & Jokowi di pilpres 2019 sah sah saja karna masyarakat sekarang sudah cerdas. Mana yg bekerja untuk rakyat mana yg namanya pencitraan, apalagi setelah terbentuknya MUSLIM CYBER ARMY
Bang Deny mengatakan partai Gerindra + PKS di dukung Islam garis keras.
Kalau di dukung Islam garis keras di aksi 212 pak dhemu Jokowi sudah turun tahta bang deny.
Tapi tidak kita taat konstitusi,

insyaallah 2019 Pak Dhemu jokowi turun tahta, berkaca ke Pilgub DKI aja bang Hihi
Sekali lagi angkat cangkirnya
Seruput kopinya Hahahaha 😂😂😂😂

Note:
Buat Cyber Muslim silahkan Viralkan biar saudara kita tidak termakan tulisannya bang Deny Siregar
Ayuuk #Memfajar
Boleh di share
Fajar Barokah
https://m.facebook.com/story.php… Apa ya ya....????? cukup tau sesuai kondisi

MASA TUAMU INGIN SEPERTI APA? KISAH INI AKAN MEMBUATMU TERNGANGA..

MASA TUAMU INGIN SEPERTI APA? KISAH INI AKAN MEMBUATMU TERNGANGA..

Zaman memang sudah berubah, inilah tahun-tahun hijrah. Sosial media membuat ilmu meluncur bagaikan peluru mengarah semua penjuru. Di sudut kamar atau di pinggir sawah, di meja kafe, di dalam mobil, cukup dengan tekan play.. kajian-kajian yang mengajak pada kebaikan bisa dilihat dengan mudah. Ratusan ribu judul, terpilah dengan rapi dan lengkap. Sisi positif sosial media membuat banyak hati tertaut, yang gelisah berbondong-bondong ikut berhijrah..

Segala profesi, dari artis hingga pengusaha. Dari komunitas-komunitas ngaji di berbagai kota, hingga gerakan-gerakan kebaikan lainnya..

Waktu itu seisi studio TV One terdiam, mata presenternya berkaca-kaca, tak terkecuali saya dan Jamil Azzaini yang duduk di sampingnya. Suara Mbah Asrori begitu merdu membacakan ayat suci Al Quran, usianya sudah 93 tahun waktu tahun 2015 itu.

Siapa lelaki tua itu? Tak akan terkenal di dunia jika seorang Fajar Ali Imron Rosyidi tidak iseng memotretnya. Sebuah jepretan yang membuat banyak mata terbelalak. Lelaki tua dari Gayamsari Semarang itu sudah 30 tahun setiap Jumat naik sepeda berkeliling, bersedekah 100 hingga 300 nasi bungkus kepada siapapun yang ditemui. Dan nasi-nasi bungkus itu dibeli dari uang hasil mengajar ngaji, juga titipan orang-orang yang simpati.

“Mbah, Apa rahasia panjenengan panjang umurnya?” Tanya saya ketika di dalam mobil dari Bandara Halim menuju Epicentrum

“Syaratnya tiga! Kamu harus rajin baca Quran, kamu harus banyak silaturahmi tidak boleh punya musuh satupun, dan kamu harus rutin bersedekah!”

Makjleb dan singkat pesannya, tapi begitu mengena. Lahir tahun 1922 beliau melewati zaman Belanda, Zaman Jepang, Zaman kemerdekaan, zaman PKI memberontak, zaman orde baru, zaman reformasi hingga masih berdiri tegap hari ini, makin takjub ketika beliau mengeluarkan tablet dan HP dari saku jasnya..

“Kabeh dikei uwong!” Semua benda itu diberi oleh orang-orang, kata beliau sambil tertawa.. tak nampak lagi satupun giginya!

Oktober lalu ketika saya akan bertemu beliau di Semarang, mas Fajar mengontak saya.

“Mas kaki simbah sedang sakit gak bisa naik sepeda, dan beliau tetap membagi nasi hari ini, saya mengantarnya naik mobil sampai menjelang jumatan nanti. Kita ketemu di Masjid Agung Jawa Tengah yaaa..”

Kiriman video ketika simbah membagi nasi membuat hati saya makin gerimis, kalian lihat saja dibawah ini. Di usia sudah 96 tahun suaranya begitu lantang menebar salam. Satu-satu nasi itu diberikan langsung oleh tangannya..
“Assalamualaikum! Ini ada nasi..”
“Assalamualaikum! Ini buat kamu..”
“Assalamualaikum! Dibagi semua yaa..”

Allahu Akbarr... Allahu Akbarr..

Inilah orang kaya sesungguhnya! Begitu kaya raya! Selama 30 tahun dengan ikhlas sedekah itu dilakukannya, entah sudah berapa ratus ribu nasi bungkus dibagikannya, tanpa harus pamer di sosial media, menggetarkan langit.. malaikat sibuk mencatat kebaikan-kebaikannya. Allah berikan keberkahan di usianya hingga panjang usia.

Ketika bertemu di masjid, saya cium tangannya, saya rangkul berjalan menuju dalam masjid di lantai dua.

“Ajeng lenggah ten pundi mbah?” Saya tawarkan mau duduk dimana

“Shaff terdepan.. kita kesana” jawab simbah mantab

Saya kebagian tempat di belakang beliau, memotret lelaki tua itu tunduk takhluk lewat sujud-sujud panjang kepada penciptaNya..

Mas Fajar bercerita lagi, simbah juga sangat lantang menentang riba, beliau tanpa ragu mengingatkan orang yang ditemuinya

“Pernah mas di masjid kami ada orang yang nyebar-nyebar brosur kreditan di depan masjid kepada jamaah yang mau sholat, tidak ada yang berani melarang. Ketika menjelang magrib simbah rawuh, orang itu langsung didekati, dan kata-kata simbah langsung makjleb!....”

Apa itu mas?

“Nek caramu koyo ngene, uripmu ora bakal berkah!”

Kalau caramu cari uang seperti ini, hidupmu tidak akan dapat keberkahan... JLEB!!

“Si pemberi kredit sampai bengong, sampai nanya ke saya siapa simbah itu.. langsung saya bukakan youtube, dan saya tunjukkan profil simbah. Dia langsung terdiam..”

“Allah memusnahkan RIBA dan menyuburkan SEDEKAH. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa..”
-QS Al Baqarah 276

Ternyata jawaban untuk kehancuran RIBA adalah SEDEKAH! Itu ilmu dari ALLAH langsung, gak akan salah! Gak akan mungkin salah! Mbah Asrori jadi bukti nyata keberkahan dalam hidupnya..

Betapa saya ikut nyesek, ketika ada yang mengirim capturan di Facebook, seorang lelaki tua yang masih tandatangan akad riba di depan meja sebuah bank. Hari-hari tua yang harusnya fokus untuk ibadah dan berbuat kebaikan, akan menjadi hari-hari penuh tagihan, cicilan dan kegelisahaan.. jaaauh berbeda dengan hari-hari Mbah Asrori yang penuh ketenangan dan keberkahan.

“Mas Saptu, besok Simbah manasik umroh di Jogja, Jumat ini saya berangkat dari Semarang dengan simbah mau mampir ke Tengkleng Hohah, mas Saptu di Jogja yaa...” isi WA mas Fajar kemarin kepada saya. Simbah begitu sehatnya, gak punya pantangan makan apapun di hari tuanya.

Ya Allah.. semoga keberkahan hadir di warung saya, kedatangan Ahli Sedekah yang di langit namanya begitu menggema.. guru kehidupan yang menampar semua kesombongan di dada..

Bagaimana dengan dirimu?
Masa tuamu ingin seperti apa?

Lakukan kebaikan dari sekarang, agar semua perjalanan hidup ini tak sia-sia..
kelak pulang dengan kebanggaan yang akan dibawa menghadap Sang Pencipta..

"DUDULURAN "

Renungan ttg:

"DUDULURAN "

Dulur adalah
menyayangi, bukan
menyaingi

Dulur adalah
mendidik, bukan
membidik

Dulur itu merangkul,
bukan memukul

Dulur itu membina,
bukan menghina

Dulur itu mencurahkan,
bukan memurahkan

Dulur itu mencari solusi bukan mencari sensasi

Dulur adalah
membutuhkan, bukan meruntuhkan

Dulur itu
menghargai, bukan
melukai

Kadang Dulur yang suka
mentraktir atau membantu kita, BUKAN
karena mereka BERLEBIHAN
tapi... karena mereka
MENGHARGAI

Ada Dulur yang selalu
share WA ke kita, bukan
karena merasa PINTAR
tapi... karena INGAT
pada KITA.

Suatu Hari ada yang
mengingatkan tentang
Agama dan Iman.

Bukan karena merasa baik
dan sudah sempurna
tapi.... itulah perwujudan
Duduluran.

Suatu saat, kita semua akan
TERPISAH, baik oleh jarak, waktu
maupun ajal yang
akan menjemput kita.

Namun ada Dulur yang
terus mendoa'kan kita

Suatu saat Anak-anak dan
Cucu-Cucu kita akan
bertemu mereka dan
bercerita... Dulu Kita Pernah menjalin Duduluran
Bersama.

Duduluran tidak mencari
cari kesalahan tapi....
Menutupi kesalahan

Duduluran berlandaskan Hati yg TULUS dan IKHLAS

Duduluran akan terus
berlangsung walau banyak
sekali halangannya

Pada satu Waktu Sebagian
cuma memperhatikan
KESUKSESAN kita, tapi...
ada Sebagian Teman yg
peduli akan kondisi
KESEHATAN kita, maka
itulah Duduluran yang sejati.

Suatu hari kita terlena dalam
canda dan tawa tapi... ada
yang mengingatkan agar
kita tidak pernah Lalai.

Itulah Dulur.

Dulur dulur, meskipun tidak
sering BERTEMU , tapi...
selalu DIINGAT ,
Itulah Dulur

*Marilah, kita bangun
Duduluran dengan penuh keikhlasan 🙏

DEWAN HISBAH AWAL DAN AKHIR SHALAT DHUHA ByPersis JakartaPosted on 3 Agustus 2017 COMMENTS KEPUTUSAN DEWAN HISBAH PERSATUAN ISLAM No. 007 Tahun 1437 H. / 2016 M

DEWAN HISBAH AWAL DAN AKHIR SHALAT DHUHA
ByPersis JakartaPosted on 3 Agustus 2017      COMMENTS
KEPUTUSAN DEWAN HISBAH PERSATUAN ISLAM
No. 007 Tahun 1437 H. / 2016 M.

Tentang:

AWAL DAN AKHIR WAKTU DLUHA

بسم الله الرحمن الرحيم

Dewan Hisbah Persatuan Islam Pada Sidang Terbatas di Pesantren Persis 34 Cibegol, Kabupaten Bandung tanggal 23Jumadil Ula 1437 H/3Maret 2016 M setelah:

MENIMBANG:

Shalat adalah ibadah yang telah ditentukan waktunya.
Bahwa shalat dluha adalah shalat yang ditentukan juga waktunya.
Bahwa Rasulullah saw pun pernah melaksanakan shalat dluha waktu futuh Makkah.
Terdapat permasalahan terkait penetapan awal dan akhir waktu shalat dluha.
Bahwa Dewan Hisbah Persatuan Islam memandang perlu adanya kejelasan awal dan akhir waktu shalat tersebut.
MENGINGAT:

Firman Allaah SWT. :
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman” Qs.4 / An-Nisa 4 : 103

أقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).Qs.17 / Al-Isra : 78

Hadits Nabi SAW.:
عَنْ عَمْرِو بْنِ عَبَسَةَ السُّلَمِيِّ، أَنَّهُ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ اللَّيْلِ أَسْمَعُ؟ قَالَ: «جَوْفُ اللَّيْلِ الْآخِرُ، فَصَلِّ مَا شِئْتَ، فَإِنَّ الصَّلَاةَ مَشْهُودَةٌ مَكْتُوبَةٌ، حَتَّى تُصَلِّيَ الصُّبْحَ، ثُمَّ أَقْصِرْ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، فَتَرْتَفِعَ قِيسَ رُمْحٍ، أَوْ رُمْحَيْنِ، فَإِنَّهَا تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ، وَيُصَلِّي لَهَا الْكُفَّارُ، ثُمَّ صَلِّ مَا شِئْتَ، فَإِنَّ الصَّلَاةَ مَشْهُودَةٌ مَكْتُوبَةٌ، حَتَّى يَعْدِلَ الرُّمْحُ ظِلَّهُ ، ثُمَّ أَقْصِرْ، فَإِنَّ جَهَنَّمَ تُسْجَرُ، وَتُفْتَحُ أَبْوَابُهَا، فَإِذَا زَاغَتِ الشَّمْسُ، فَصَلِّ مَا شِئْتَ، فَإِنَّ الصَّلَاةَ مَشْهُودَةٌ، حَتَّى تُصَلِّيَ الْعَصْرَ، ثُمَّ أَقْصِرْ، حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ، فَإِنَّهَا تَغْرُبُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ، وَيُصَلِّي لَهَا الْكُفَّارُ».
Dari Amer bin ‘Abasah as-Sulamiy, ia berkata, aku bertanya kepada Rasululah Saw: “wahai Rasulullah, bagian malam yang manakah yang paling dekat kepada di ijabahnya do’a?” Beliau menjawab: “sepertiga malam akhir”, shalatlah sekehendakmu, sebab shalat di waktu itu di saksikan dan dicatat amal kebaikannya oleh malaikat, hingga engkau shalat shubuh. Kemudian janganlah melakukan shalat sampai matahari terbit maka dia meninggi seukuran tombak atau dua tombak, sebab ia terbit diantara dua tanduk setan, dan orang kafir melakukan shalat pada waktu itu, kemudian shalatlah sekehendakmu, sebab shalat di waktu itu (ketika matahari satu atau dua tombak) di saksikan dan dicatat amal kebaikannya oleh malaikat, hingga Tombak seimbang dengan bayangannya (maksudnya: hingga mendekati waktu Istiwa/Kulminasi). Kemudian (setelah itu)janganlah kalian melakukan shalat sebab neraka Jahannam sedang menyala-nyala, dan pintunya di buka. Bila matahari tela tergelincir, maka shalatlah sekehendakmu, sebab shalat di waktu itu di saksikan hingga engkau melakukan shalat Ashar. Kemudian janganlah melakukan shalat hingga matahari tenggelam, sebab ia tenggelam diantara dua tanduk setan, dan orang kafir melakukan shalat pada waktu itu. (HR. Abu Daud, Sunan Abu Daud II: 25)



وَحَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَابْنُ نُمَيْرٍ قَالاَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ – وَهُوَ ابْنُ عُلَيَّةَ – عَنْ أَيُّوبَ عَنِ الْقَاسِمِ الشَّيْبَانِىِّ أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ ».
Dan telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb dan Ibnu Numair keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Ismail yaitu Ibnu ‘Ulayyah dari Ayyub dari Al Qasim Asy Syaibani bahwa Zaid bin Arqam pernah melihat suatu kaum yang tengah mengerjakan shalat dhuha, lalu dia berkata; “Tidakkah mereka tahu bahwa shalat diluar waktu ini lebih utama? sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat awwabin (orang yang bertaubat) dikerjakan ketika anak unta mulai kepanasan.”HR. Muslim II: 171 no.1780



أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ فُورَكَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ حَبِيبٍ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنِ الْقَاسِمِ ح وَأَخْبَرَنَا أَبُو الْحَسَنِ : عَلَىُّ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمُقْرِئُ أَخْبَرَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ الْقَاضِى حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنِ الْقَاسِمِ الشَّيْبَانِىِّ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ : أَنَّهُ رَأَى نَاسًا جُلُوسًا إِلَى قَاصٍّ فَلَمَّا طَلَعَتِ الشَّمْسُ ابْتَدَرُوا السَّوَارِى يُصَلُّونَ فَقَالَ زَيْدُ بْنُ أَرْقَمَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ :« صَلاَةُ الأَوَّابِينَ إِذَا رَمِضَتِ الْفِصَالُ ».
(Al-Baihaqi berkata) Telah menghabarkan kepada kami Abu Bakar bin Fuurak (ia berkata), telah menghabarkan kepada kami Abdullah bin Ja’far (ia berkata), telah mennceritakan kepada kami Yunus bin Habib (ia berkata), telah menceritakan kepada kami Abu Daud (ia berkata), telah menceritakan kepada kami Hisyam dari al-Qasim. (al-Baihaqi berkata), telah menceritakan juga kepada kami Abu al-Hasan Ali bin Muhammad al-Muqri (ia berkata), telah menghabarkan kepada kami al-Hasan bin Muhammad bin Ishaq (ia berkata), telah menceritakan kepada kami Yusuf bin Ya’qub al-Qaadiy (ia berkata) telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb (ia berkata) telah menceritakan kepada kami Hammad dari al-Qasim as-Syaibaniy dari Zaid bin Arqam, bahwa ia melihat orang-orang sedang duduk kepada seorang pembaca kisah, ketika telah terbit matahari mereka bersegera melaksanakan shalat. Maka Zaid bin Arqam berkata, Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: “Shalat Awwabin itu ketika anak unta menderum karena kepanasan”.

حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا عبد الوهاب عن سعيد عن قتادة عن القاسم الشيباني عن زيد بن أرقم : ان نبي الله صلى الله عليه و سلم أتى على مسجد قباء أو دخل مسجد قباء بعد ما أشرقت الشمس فإذا هم يصلون فقال ان صلاة الأوابين كانوا يصلونها إذا رمضت الفصال
(al-Qathi’iy berkata) Telah menceritakan kepada kami Abdullah (ia berkata), telah menceritakan kepadaku bapakku (ia berkata), telah menceritakan kepada kami Abdul Wahab dari Said dari Qatadah dari al-Qasim as-Syaibaniy dari Zaid bin Arqam, bahwa Nabi Saw mendatangi masjid quba, atau masuk ke Masjid Quba, setelah terbit matahari. Ternyata mereka sedang shalat, maka ia berkata, sesungguhnya shalat Awwabin adalah ketika anak-anak unta menderum karena kepanasan.”(HR. Ahmad IV: 374 no. 19366)

Sayyid Sabiq mengatakan
وقتها: يَبْتَدِى أَوْقَاتهُاَ بِارْتِفَاعِ الشَمْسِ قَدْرَ رَمْحٍ وَيَنْتَهِي حِيْنَ الزَّوِالِ وَلَكِنَّ المُسْتَحَبَّ أَنْ تُؤَخَّرَ إِلىَ أَنْ تَرْتَفِعَ الشَّمْسُ وَيَشْتَدَّ الْحُرُّ.

“Waktu salat Dhuha dimulai ketika matahari mulai meninggi seukuran tombak dan berakhir ketika zawwal (tergelincir matahari), namun yang mustahab adalah diakhirkan sampai matahari meninggi dan terasa panas.” (Lihat, Fiqh As-Sunnah, jilid 1, hlm. 177)

MEMPERHATIKAN :

Sambutan dan pengantar dari Ketua Umum PP.Persis KH. Aceng Zakaria yang menyarankan segera diputuskan masalah hukum tentang ‘Awal dan akhir waktu dluha ’ dan untuk segera disosialisasikan.
Sambutan dan pengarahan dari Ketua Dewan Hisbah KH.Muhammad Romli.
Pemaparan dan pembahasan makalah tentang’Awal dan akhir waktu dluha’ yang disampaikan oleh Ust.Usman Burhanudin bahwa awal waktu dluha dinyatakan masuk setelah terbit Matahari dan berakhir 5 menit sebelum waktu zhuhur.
Pandangan para peserta sidang tentang dalil dan keterangan awal dan akhir waktu dluha .
Atas dasar semua konsideran di atas, maka dengan bertawakkal kepada Allah Dewan Hisbah Persatuan Islam

MENGISTINBATH :

Waktu dluha dinyatakan masuk setelah terbit matahari.
Setelah terbit matahari dipahami bila piringan matahari yang paling bawah telah menyentuh ufuk yakni 15 menit setelah syuruq.
Waktu afdlal shalat dluha adalah saat anak unta kepanasan yakni sekitar jam 09.00-11.00.
Waktu Dluha berakhir sampai beberapa saat sebelum kulminasi yakni 5 menit sebelum waktu zhuhur.
Demikian keputusan Dewan Hisbah mengenai masalah tersebut dengan makalah terlampir.

الله يأخذ بأيدينا الى ما فيه خير للإسلام و المسلمين

Bandung, 23Jumadil Ula 1437 H./3Maret 2016 M.
DEWAN HISBAH PERSATUAN ISLAM

HIKMAH TERPENJARANYA AHMAD DHANI

HIKMAH TERPENJARANYA AHMAD DHANI

By ; S.B {Tetangga Haji Lulung}

Tahun 2014 lalu, banyak musisi beken merapat ke Jokowi. Dari awal mereka sudah dukung Jokowi karena gempitanya pilkada DKI dimana Jokowi Ahok sebagai juara.

Bahu membahu mereka membuatkan lagu, dan yang buat miris, diantara mereka ada musisi yang jadi idola saya, salah satunya SLANK. Mereka seperti sudah benar ketika memutuskan bahwa Jokowi adalah seorang pemimpin terbaik negeri ini, penuh keyakinan mereka berbicara pada para fans dan gak khawatir di tinggalkan para fans yang mempunyai dukungan yang berbeda.

Lagu untuk Jokowi yang mereka buat "salam 2 jari" , itu benar2 magnet yang nyata. Secara ga sadar saya juga sering dengerin itu lagi karena iramanya enak, dan liriknya PAS banget. Mudah menghapal, ikut berdendang, dan saya pikir lagu itu jadi salah satu kekuatan kemenangan Jokowi di pilpres 2014.

Dan saya sendiri gak habis pikir, apa putusan mereka bisa dukung jokowi. Sama salah satu personil SLANK pernah DM-an. Nanya apa alasannya, dan alasan mereka datar seperti kebanyakan cebong bicara. Pemimpin yang merakyat, sederhana dan mempunyai ketulusan.

WTF...?

Oke-lah, itu alasan saat mereka belum mengetahui bagaimana Jokowi memimpin . Saya pikir itu juga alasan orang2 memilih Jokowi karena terpukau sebuah pencitraan yang terwakili oleh muka NDESO.

Setelah merasakan hampir 5 tahun ini, bagaimana brader...? Masihkah kau mempunyai alasan yang sama seperti dahulu...?

Hening, senyap dan terlihat menjauh. Gak denger lagi SLANK ada di barisan mereka. Gak ada lagi artis2 ternama yang mencoba berkunjung ke rumah aspirasi mereka seperti dahulu saat mereka belum mengenal bagaimana cara tangan jahat itu bekerja. Agnez yang coba berkunjung karena sebuah undangan, ternyata sudah memberi alas di depan istana bahwa kunjungan ini bukan tentang dukungan pilpres.

Mereka gigit jari, karena Agnez yang sudah mendunia, enggan untuk di minta terlibat di Tim mereka.

"JOKOWI AKAN KALAH..."

itu omongan salah satu teman yang dulu sangat apatis terhadap politik. Pekerjaan seni yang ia jalani membuat dirinya gak terlalu peduli dengan hingar bingar politik. Sebagai penyanyi kelas cafe dan kerap manggung ketika ada undangan di daerah, dia terlalu asyik dengan dunianya.

Tadi, 1 jam yang lalu ia menelpon. Sedang di Bukittinggi karena ada undangan utk mentas nanti malam. Memberikan tau tempat dia mentas, sebuah cafe ternama. Di akhir pembicaraan dia berkata..

"Salam 2 jari...Ganti presiden" ujarnya dengan tegas.

Saya tertawa, senang karena teman ini sudah bisa berbicara politik yang dulu dia pantang mengucapkannya.

Saya memancing pertanyaan, "kok bisa ganti presiden...?"

"Solidaritas musisi untuk AHMAD DHANI bro, Jokowi akan kalah..." Ucapnya.

LUAR BIASA...

Pagi ini, saya di suguhkan beberapa tayangan konser dewa 19 di Malaysia. Saya yakin teman tadi juga melihatnya karena video itu sudah sangat viral beredar di dunia Maya. Ada tatapan lirih melihat keluarga Ahmad Dhani menangis sambil mengenang ayahnya yang harus di paksa terpenjara. Ada tatapan haru ketika personil dewa 19 ikut menguatkan anak2 AD di atas panggung.

Selama ini, secara pribadi saya belum tau arah politik personil dewa 19. Walaupun ketua mereka AD secara terang2an mendukung Prabowo, tapi personil yang lain masih belum menampakkan dukungan itu secara nyata.

Namun, dari kasus terpenjaranya AD, secara psikologis saya bisa melihat bagaimana personil dewa 19 sudah mulai mau menunjukkan dukungannya. Mereka merasa terpanggil untuk ikut mendukung AD dan artinya, ada kekecewaan yang mereka bawa pada rezim Jokowi.

Ari Lasso yang selama ini kalem dan jauh dari pemberitaan, saat ini sudah mulai kita lihat bagaimana ia juga pernah terlihat angkat 2 jari ikut dengan AD.

Kejadian yang menimpa AD menggugah musisi2 yang dulu apatis terhadap politik lalu mulai muncul dan memperlihatkan kepedulian. Solidaritas itu mengalir PLUR tanpa ada paksaan.

Dewa 19 menjadi ikon perjuangan para musisi untuk mencari keadilan. Jika AD saja bisa terpenjara karena pasal karet, bagaimana dengan nasib musisi lainnya yang seharusnya bebas berekspresi dalam berkarya? bisa jadi karya mereka nantinya tentang kehidupan yang melawan pemerintahan, karena ketidak Adilan yang di perlihatkan. Batas itu yang ingin mereka hancurkan.

AL dan DUL memang belum ada berkata akan meneruskan perjuangan ayahnya untuk Prabowo. Tapi kita bisa lihat diri mereka saat ini, mereka tetap meneruskan apa yang telah ayahnya hasilkan dengan sebuah karya. Ketiadaan Ahmad Dhani tidak membuat konser yang telah lama di rencanakan terhenti. Justru di situ kekuatan mereka sebagai keluarga, mereka tetap tampil dan meminta publik ikut mengenang ayah mereka yang harus menerima Diskriminasi hukum di negara yang katanya menjunjung demokrasi.

Secara tidak langsung, AL dan DUL sudah berkampanye untuk Prabowo. Secara tidak langsung, personil dewa 19 sudah mengajak penonton untuk ikut melawan tirani di negeri ini. Secara tidak langsung, mereka mengajak seluruh penonton dan rakyat Indonesia berjuang melawan ketidak Adilan yang di pertontonkan pemerintahan saat ini.

Silahkan tanya mereka, apakah mereka inginkan ganti presiden saat ini...?

Saya bukan dukun, juga bukan peramal...tapi saya mempunyai keyakinan bahwa jawaban mereka pasti akan berkata..

"APRIL 2019, KITA GANTI PRESIDEN..!!"

Hasil telah terlihat, trending topik untuk Ahmad Dhani menguasai beberapa hari ini, dukungan padanya tidak pernah berhenti. Mereka yang dulu diam dan tidak peduli dengan politik, saat ini sudah mulai menatap dan menyadari bahwa ada pihak yang harus mereka gulingkan di April 2019 nanti.

Kontras dengan tahun yang lalu, dulu dia bisa berjaya karena banyak dukungan pada dirinya. Saat ini, mereka yang kecewa enggan terlibat kerja sama lagi, sebaliknya..merapat ke kubu Prabowo dengan tekad selamatkan negeri.

Terima kasih Ahmad Dhani, walau terpenjara..kau tetap memberi semangat orang lain untuk terus berjuang. Karyamu membuat orang lain sadar bahwa dirimu tidak pantas di perlakukan secara brutal.

SATU NEGERI UNTUK AHMAD DHANI..

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More