Selamat datang di situs CV. Mandiri Kreatif

CV. MANDIRI KREATIF adalah sebuah perusahaan yang didirikan di Kota Bandung pada tanggal 18 Februari 2010. Perusahaan ini bergerak dalam perdagangan barang dan jasa. CV. MANDIRI KREATIF telah banyak mendapatkan proyek-proyek pemerintah dan swasta. Komitmen kami adalah memberikan kualitas layanan terbaik, yang menjadi motivasi kami dalam mencapai prestasi untuk menjadi mitra di bidang pengadaan barang dan jasa yang berkualitas. Sejarah usaha kami selalu mengembangkan sumber daya manusia dan mencari inovasi baru dalam meningkatkan mutu kerja didukung peningkatan sarana produksi hingga pendukung usaha lainnya.

Rabu, 29 Januari 2014

Antasari Ungkap Fakta ‘CENTURY’ Lengkap Dengan Surat Sri Mulyani Kepada Presiden SBY

Jakarta – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar membuka fakta baru yang mencengangkan. Fakta itu berkaitan dengan langkah penyelamatan Bank Century yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 6,7 triliun. Kasus Bank Century itu sendiri pernah menghebohkan perpolitikan nasional. Apalagi hasil audit forensik Badan Pemeriksa Keuangan menunjukkan adanya kejanggalan dari langkah penyelamatan terhadap Bank Century.

Namun, meski begitu kuat bau korupsi dari langkah penyelamatan Bank Century, tidak mudah untuk membawanya ke ranah hukum. Padahal secara politik Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan adanya pelanggaran dari langkah penyelamatan yang dilakukan pemerintah.
Sejauh ini hanya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang harus menjadi korban. Ia harus terpental dari kabinet, meski beruntung masih mendapat tempat terhormat di Bank Dunia. Padahal ia sempat mengaku merasa tertipu oleh keputusan untuk menyelamatkan Bank Century.
 
….Sri Mulyani sempat ketakutan saat kasus Century bergerak liar yang mungkin saja bisa menjebloskannya ke penjara. Rasa cemas mantan Menkeu itu diungkapkan Johan Silalahi dari Negarawan Center dalam diskusi Chat After Lunch di FX Plasa, Senayan, Jakarta, pada hari Selasa (24/11/2009) silam. Johan saat itu menyatakan, dalam kapasitas sebagai pengambil keputusan pengucuran dana Century, Sri Mulyani tidak mau dipenjara. Karena itu, Sri Mulyani pun mengungkapkan bahwa dirinya telah ditipu dalam kasus ini.
‘’Saya sampaikan ke teman-teman media, bahwa pengakuan dari Sri Mulyani sudah keluar. Saya kutip itu dan saya sampaikan di situ secara terbuka. Yaitu, dalam kasus Bank Century ini dia tidak tahu. Tepatnya, dia tertipu. Sri Mulyani sendiri sudah pernah ditanya oleh seorang pejabat negara, dalam kasus Century: kamu mau dipenjara atau tidak?’’ kata Johan.
Menurut Johan, saat itulah muncul pengakuan dari Sri Mulyani bahwa dia tidak mau dipenjara hingga muncul pengakuan dia merasa ditipu dalam pengambilan keputusan bailout Bank Century oleh Bank Indonesia. ‘’Itulah yang mesti dipertanyakan, kenapa orang seperti Sri Mulyani, yang dikenal sangat taat azas, bahkan untuk urusan uang Rp 20 miliar saja bisa sangat teliti, tiba-tiba menjadi begitu tidak prudent-nya dalam memutuskan pengucuran dana Rp 6,7 triliun,’’ kata Johan.

Meski kasus dugaan korupsi pada langkah penyelamatan Bank Century ini terus dicoba untuk ditutupi, namun tuntutan agar skandal tersebut diungkap tidak pernah berhenti. Masyarakat tetap berharap kebenaran dari kasus yang merugikan keuangan negara itu terus diungkap.
DPR sendiri membentuk tim pengawas untuk mengikuti perkembangan kasus tersebut. Secara rutin tim pengawas bertemu dengan Komisi Pemberantasan Korupsi, Kepolisian, dan Kejaksaan untuk mengetahui perkembangan proses penyelidikan dan pemeriksaan kasus Bank Century.
Sampai sejauh ini ketiga lembaga penegak hukum tersebut mengaku belum bisa menemukan unsur korupsi dari kasus penyelamatan Bank Century. Seakan ada pintu tebal yang tidak mampu ditembus sehingga semuanya tampak begitu gelap.
Pengakuan yang disampaikan Antasari dalam program “Metro Realitas” (Kamis, 09 Agustus 2012), menguak lagi adanya bau busuk dari penyelamatan Bank Century. Pengakuan ini bahkan luar biasa karena ternyata langkah penyelamatan itu dibahas dalam rapat di ruang kerja Presiden.
Sebagai Ketua KPK, Antasari ikut dalam rapat yang dipimpin oleh Presiden SBY. Rapat itu sendiri, menurut Antasari, membahas tentang krisis global yang tengah terjadi pada tahun 2008 dan Presiden mengingatkan agar pengalaman krisis 1998 jangan sampai terulang kembali di Indonesia.
Hadir dalam rapat di ruang kerja presiden itu antara lain: Presiden SBY sendiri sebagai Pemimpin Rapat, Ketua BPK Anwar Nasution, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Ketua KPK Antasari, Kepala BPKP Condro Irmantoro. Sementara dari jajaran kabinet hadir Menko Polhukam Widodo AS, Pelaksana Tugas Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa. Sementara duduk di deretan belakang Juru Bicara Andi Mallarangeng dan Denny Indrayana.
Rapat itu sendiri tidak pernah diungkap di publik. Padahal salah satu yang dibahas dalam rapat tersebut adalah berkaitan dengan Bank Century. Artinya skenario langkah penyelamatan Bank Century yang akhirnya menjadi skandal dugaan mega korupsi itu diketahui oleh Presiden SBY, dan bahkan Presiden SBY sendiri memberikan arahan untuk penyelesaiannya.
Pengakuan Antasari ini tentunya bisa menjadi pintu masuk bagi lembaga hukum untuk mengungkap kasus Bank Century. Semua yang ikut dalam rapat tersebut harus diperiksa dan dimintai keterangannya. Kalau para peserta rapat mencoba menutup-nutupi berarti melakukan cover up.
Apabila fakta seperti ini terjadi di Amerika Serikat (AS), maka pihak Kejaksaan AS sudah pasti akan menunjuk Jaksa Independen yang mempunyai kewenangan untuk memeriksa siapa pun dan memintai keterangan semua pihak yang dianggap mengetahui kejadian tersebut.
Bahkan pihak DPR AS pasti langsung bergerak untuk melakukan dengar pendapat. Semua orang yang diundang akan dimintai keterangan di bawah sumpah. Persis seperti ketika kasus Bank Century diselidiki oleh Panitia Khusus DPR.
Semua tentunya kembali kepada pihak DPR RI  dan juga lembaga penegak hukum. Seberapa jauh mereka ingin mencari kebenaran dan menegakkan keadilan. Kasus skandal dugaan mega korupsi Bank Century ini merupakan persekongkolan kejahatan yang luar biasa apabila sampai dibahas secara khusus di dalam Istana, namun sengaja tidak pernah diungkapkan kepada publik.
Keterangan Antasari tersebut di atas tidak bisa dianggap angin lalu, karena dalam hal ini ia adalah saksi pelaku. Ia merupakan salah seorang yang ikut rapat dan sangat mengetahui materi apa saja yang sedang dibahas. Ini merupakan kasus yang benar-benar menarik untuk diikuti.

SBY Berbohong!!

Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengatakan bahwa dirinya tidak pernah dimintai arahan dan keputusan terkait kebijakan pemberian dana talangan (bailout) kepada Bank Century senilai Rp6,7 triliun, adalah nyata-nyata sebuah kebohongan besar. Padahal, Sri Mulyani (Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan/KSSK kala itu) telah memperingati SBY sebanyak tiga kali.
Dengan pernyataan yang diutarakan pada 4 Maret 2010 silam, Presiden Yudhoyono seolah melempar tanggung jawab kesalahannya kepada anak buahnya yang kini menjabat Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.
Berdasarkan dokumen berupa tiga surat yang dilayangkan Sri Mulyani Indrawati saat masih menjabat Ketua KSSK, mantan Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu II itu sudah memperingatkan Presiden Yudhoyono yang menyebutkan bahwa kebijakan bailout Bank Century itu menyalahi aturan.
Anehnya, dalam pidato tanggal 4 Maret 2010, atau sehari sesudah pengambilan keputusan dalam Rapat Paripurna DPR RI tentang kasus bailout Bank Century, Presiden SBY menyatakan bahwa dirinya tengah di luar negeri untuk menghadiri KTT G20 di Amerika Serikat. “Sekali lagi, disaat pengambilan keputusan itu, saya sedang berada di luar negeri. Saya memang tidak dimintai keputusan dan arahan. Saya juga tidak memberikan instruksi atas pengambilan kebijakan tentang ihwal itu, antara lain karena pengambilan keputusan KSSK berdasarkan Perpu No 4/2008 memang tidak memerlukan keterlibatan presiden,” tandas SBY, kala itu.
Berawal dari surat Bank Indonesia kepada Menteri Keuangan selaku ketua KSSK Sri Mulyani, yang diparaf oleh Gubernur BI (kala itu) Boediono tertanggal 20 November 2008, menyatakan perkembangan terakhir dari Bank Century bahwa CAR-nya minus 3,53 persen (-3,53%). Dengan begitu bank tersebut tak layak menerima dana talangan, dan Bank Century dinyatakan sebagai bank gagal berdampak sistemik.
Mendapat penjelasan dari BI, selanjutnya Sri Mulyani mengirim surat kepada Presiden SBY tanggal 25 November 2008 dengan nomor surat S-01/KSSK/.01/2008. Surat tersebut merupakan surat peringatan pertama kepada SBY.
Surat yang ditembuskan kepada Menteri Sekretaris Negara, Menteri Negara BUMN, Sekjen Departemen Keuangan dan Sekretaris KSSK itu kembali meneguhkan bahwa Bank Century adalah bank gagal dan ditengarai berdampak sistemik oleh BI dan selanjutnya ditangani oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai ketentuan UU 24 Tahun 2008 tentang LPS.
Dalam surat peringatan pertama itu, juga dilampirkan notulen rapat KSSK tanggal 21 November 2008, notulensi rapat tertutup KSSK pada tanggal yang sama yang dihadiri oleh Boediono dan Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan. Juga dilampirkan keputusan KSSK No 04/KSSK.03/2008 tentang penetapan PT Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik serta keputusan penyerahan Bank Century ke LPS.
Surat peringatan kedua dari Sri Mulyani kepada SBY dikirim tanggal 4 Februari 2009 dengan nomor surat SR-02/KSSK.01/II/2009. Bahkan dalam surat peringatan kedua ini yang ditembuskan kepada Menteri Sekretaris Negara, Ketua Dewan Komisioner LPS dan Sekretaris KSSK, Sri Mulyani mencantumkan CAR (Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum) Bank Century (Negatif 3,53%) secara jelas.
Dan juga, tak biasanya, surat resmi itu menggunakan kalimat pembuka yang tak biasa sebagaimana surat resmi yang ada dan tetap merujuk pada surat pertama. “Sebagaimana Bapak Presiden maklum, dalam surat tersebut (S-01/KSSK.01/2008), KSSK melaporkan….” demikian isi kalimat pembuka dalam surat tersebut. Redaksional kalimat pembuka surat Menkeu Sri Mulyani itu mengindikasikan bahwa Presiden SBY mengetahui dan mengikuti langkah demi langkah dari sejak awal dalam proses pengambilan keputusan terkait skenario penyelamatan Bank Century yang berakhir menjadi skandal dugaan mega korupsi.
Lantaran tak ada tanggapan dari Presiden SBY, Sri Mulyani kembali mengirim surat kepada SBY setelah SBY terpilih menjadi presiden bersama Boediono, tepatnya tanggal 29 Agustus 2009. Nomor surat itu adalah SR-36/MK.01/2009.
Dalam surat ketiga itu, Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan kembali merujuk kepada surat pertama dan kedua dengan kalimat pembuka yang tak lazim yang juga ditembuskan kepada Menteri Sekretaris Negara, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner LPS dan Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan. [Dok]
Pengakuan mengejutkan yang diungkapkan dari balik jeruji penjara oleh mantan Ketua KPK Antasari Azhar ini sudah seharusnya ditindak-lanjuti oleh KPK, DPR dan semua pihak yang berwenang menyelidiki kasus skandal mega korupsi Bank Century. Pengakuan Antasari tersebut harus menjadi pintu masuk baru untuk mengungkap kasus ini.
Apabila keterangan Antasari dan kronologis surat Menkeu Sri Mulyani tersebut terbukti benar adanya, maka hal itu secara otomoatis menjadi bukti bahwa Presiden SBY telah melakukan kebohongan publik terkait keterlibatannya dalam mega skandal maling uang rakyat dalam kasus Bank Century. Berdasarkan bukti-bukti itu (kalau ternyata benar), maka tanpa menunggu selesainya proses hukum Bank Century, DPR sebetulnya sudah bisa mengambil langkah politik berupa ‘Hak Interpelasi’, ‘Hak Angket’, dan ‘Hak Menyatakan Pendapat’ yang lazimnya berujung pada sidang paripurna DPR/MPR untuk tindakan pemakzulan presiden.

Citizen Journalism

Senin, 20 Januari 2014

Suara PKS Merosot karena Isu Korupsi dan Poligami

 Suara PKS Merosot karena Isu Korupsi dan Poligami
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik Universitas Malikussaleh Nangroe Aceh Darussalam, Teuku Kemal Fasya menilai, selain korupsi, poligami merupakan isu yang juga sangat tidak disukai oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama kaum perempuan.
"Semua partai tidak ada yang permisif dengan isu poligami, kecuali PKS. Ini jelas bertentangan dengan etika publik secara luas yang tidak menyukai poligami. PKS tidak mempertimbangkan ketidaksukaan publik terhadap isu poligami," kata Kemal ketika dihubungi di Jakarta, Senin (20/1/2014).
Ia memperkirakan jika PKS tetap permisif dengan poligami maka suara partai itu akan merosot dalam Pemilu 2014. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah satu-satunya partai yang menjadi peserta Pemilu 2014 permisif dengan poligami.
Kemal mengatakan, petinggi PKS seharusnya menangkap pesan masyarakat yang tidak menyukai poligami. Petinggi PKS, harus mempertimbangkan untuk tidak permisif terhadap poligami jika tidak ingin perolehan suaranya merosot dalam pemilu mendatang.
Selain itu, kata Kemal, petinggi PKS sangat penting juga untuk mempertimbangkan sosok calon presiden yang akan mereka usung dalam Pemilu 2014. Seperti diketahui, PKS dalam waktu dekat akan memutuskan calon presiden yang dihasilkan lewat Pemilu Raya (Pemira).
Hal senada disampaikan pengamat politik Universitas Indonesia Arbi Sanit. Ia memperkirakan, perolehan suara PKS akan merosot dalam Pemilu 2014. Menurut Arbi, merosotnya suara PKS disebabkan oleh isu korupsi dan poligami.
Arbi mengatakan, petinggi PKS harus membuktikan kepada rakyat bahwa partainya bukanlah partai korup dan tidak mendukung poligami. "Partai-partai semacam itu, sudah jadi minoritas suaranya, ada dosanya lagi. Bagaimana mau menang?," kata Arbi.
Menurut Arbi, korupsi dan poligami adalah dua isu yang akan terus melekat di benak pemilih, terutama kaum perempuan, dalam Pemilu 2014. Pemilih, bisa mempertimbangkan untuk tidak memilih PKS dalam Pemilu 2014 karena isu korupsi dan poligami.
Hal senada disampaikan pengajar FISIP Universitas Indonesia Azizah Aziz. Menurutnya, isu korupsi dan poligami dapat menjadi faktor penyebab merosotnya suara PKS.
"PKS rasanya turun (Pemilu 2014) karena ada masalah (mantan) Presiden PKS," kata Azizah. Menurut Azizah, pragmatisme PKS sangat kental. Ia khususnya menyoroti soal isu poligami.

Pasek dipecat Demokrat, Fahri Hamzah sebut SBY bermuka dua

Pasek dipecat Demokrat, Fahri Hamzah sebut SBY bermuka dua
Merdeka.com - Partai Demokrat memecat Gede Pasek Suardika dari anggota DPR. Menurut Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul, alasan Gede Pasek Suardika dipecat karena membuat partainya dipandang kecil.

Pemecatan loyalis Anas Urbaningrum itu mengundang protes dari Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah. Menurut Fahri, pemecatan Pasek sarat dengan tanda tanya karena mantan anggota Komisi III DPR itu diketahui tak terlibat tindak pidana. Apalagi Pasek dipilih rakyat dan memegang mandat rakyat yang memilihnya.

"Pasek ini dipilih rakyat, dia itu memegang mandat rakyat ya. Tidak bisa disamakan dengan menteri, dengan pejabat-pejabat biasa. Kecuali dia mendapatkan tindak pidana yang dapat dibuktikan di pengadilan. Enggak bisa kemudian karena enggak suka ini terus dipanggil. Karena rakyat melalui DPR menyampaikan aspirasinya, jadi itu enggak sembarangan," ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/1).

Anggota Komisi III DPR ini pun menyebut Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukan seorang yang demokratis. Dia bahkan menuding, SBY kerap kali menghukum seseorang menggunakan tangan orang lain.

"Saya punya kesimpulan SBY bukan seorang demokrat, karena dia emosi dia tidak terus terang, tidak terbuka dia tidak ngomong kepada orang, dia suka pakai tangan orang lain. Itu enggak boleh lagi politik itu di Indonesia. Pemimpin main belakang, pemimpin dua muka, pemimpin dua kaki itu tidak demokratis," tuduh dia.

Dia pun mengaku selama ini tidak suka dengan cara kepemimpinan SBY yang disebut dua kaki. Menurut dia, SBY orang yang tidak egaliter. "Dua Kaki, dua muka, pakai tangan orang lain, itu tidak egaliter, tidak mau bicara apa adanya, apa pemimpin begitu masih ada di republik ini? Saya enggak akan terima yang kaya gitu, kelemahan SBY itu," pungkasnya.

Total Aset Akil Yang Disita KPK Rp 200 Miliar

 

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pastikan masih akan terus melakukan penelusuran aset terkait mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dalam perkara Tindak Pidana Pencucian Uang dalam penanganan sengketa Pilkada di MK.

"Asset tracing masih kita lakukan," ujar Jurubicara KPK Johan Budi di kantornya, Jakarta (Senin 20/1).

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data yang dimiliki KPK hingga saat ini, total aset Akil yang telah disita oleh KPK bernilai hingga Rp 200 miliar. Johan pun mengatakan aset itu tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah, apabila dalam asset tracing akan ditemukan aset-aset lainnya yang turut terlibat dalam perkara TPPU Akil Mochtar.

Terkait TPPU Akil, KPK telah melakukan penyitaan uang sebesar Rp 109 miliar dari beberapa rekening pada November 2013 silam. Selain itu, KPK juga telah menyita beberapa rumah yang terletak di Desa Karang Duhur Jawa Tengah, kemudian di Jalan Pancoran Indah III No. 8 Jakarta Selatan, dan yang berada di Pontianak.

KPK juga telah menyita kebun Mahoni seluas 6.000 meter persegi di Sukabumi, dan sebidang lahan di Pontianak.

KPK juga telah mengamankan 33 buah mobil. Sebanyak 26 mobil diduga berkaitan dengan Muchtar Effendi. Sisanya adalah mobil milik Akil dan juga istrinya Ratu Rita. Tak lupa, KPK juga telah menyita 31 motor terkait kasus yang sama. [rus]
Senin, 20 Januari 2014 , 19:59:00 WIB

Laporan: Christie Stefani

Sabtu, 18 Januari 2014

Biarawati lahirkan bayi laki-laki di Italia

Merdeka.com - Seorang biarawati dari El Salvador yang mengatakan dirinya tidak tahu kalau sedang hamil telah melahirkan di Italia pekan ini, setelah merasa kram di bagian perutnya dan dilarikan ke rumah sakit.
Biarawati berusia 31 tahun itu dan bayi laki-lakinya dengan berat 3,5 kilogram dilaporkan dalam keadaan baik. Ibu-ibu baru melahirkan lainnya di rumah sakit Rieti mulai mengumpulkan pakaian dan sumbangan untuk dia, seperti dilansir situs the Huffington Post, Sabtu (18/1).
"Saya tidak tahu saya sedang hamil. Saya hanya merasa sakit perut," kata biarawati tidak disebutkan namanya itu saat berada di rumah sakit, seperti dikutip kantor berita Italia ANSA.
Surat kabar asal Italia La Repubblica mengatakan sang biarawati melahirkan pada Rabu lalu.
ANSA mengatakan biarawati itu menamai bayinya Francesco (Fransiskus), di mana Paus saat ini juga memilih nama itu sebagai nama titelnya, dan menjadi salah satu nama paling populer di Italia, di mana Santo Fransiskus dari Assisi adalah santo pelindung.
Namun, pihak rumah sakit tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar.
Biarawati itu dilaporkan berasal dari biara Little Disciples of Jesus di Campomoro dekat Rieti, yang merawat para orang-orang jompo. Dikatakan juga biarawati itu akan menjaga bayinya.Sesama biarawati lainnya mengatakan mereka sangat terkejut mendengar kabar itu.

Reporter : Vincent Asido Panggabean | Sabtu, 18 Januari 2014 15:32


Jumat, 17 Januari 2014

Subhanallah, Danau berusia 2000 tahun ada Di Tengah Gurun Pasir Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/01/17/44911/subhanallah-danau-berusia-2000-tahun-ada-di-tengah-gurun-pasir/#ixzz2qeRmUVGh Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook





Inilah Danau Bulan Sabit di China, Bentuk danaunya memang mirip dengan bulan sabit jika dilihat dari ketinggian (AFP)

dakwatuna.com – Dunhuang.  Inilah fenomena alam yang unik di Dunhuang, China. Di sana terdapat Danau Bulan Sabit yang berupa oasis di tengah Gurun Gobi yang luas. Bentuknya benar-benar mirip bulan sabit. Hebatnya lagi, umur danau ini 2.000 tahun!
Dunhuang berada di Provinsi Gansu, China. Daya tarik dari kota ini adalah Gurun Gobi yang luas dan traveler bisa jelajahi dengan mobil jeep atau menunggangi unta. Di tengah gurun tersebutlah berada Yueyaquan yang disebut masyarakat setempat, yang berarti Danau Bulan Sabit.
Dilaporkan dari Daily Mail, Kamis (16/1/2014) Danau Bulan Sabit ini letaknya 6 km di sebelah selatan Dunhuang. Danau yang terbentuk dari oasis ini pun diyakini sudah berumur lebih dari 2.000 tahun dan terbentuk secara alami.
Dulunya, diperkirakan Danau Bulan Sabit ini ukurannya lebih luas. Selama tiga dekade terakhir, danau ini diperkirakan surut akibat cuaca yang panas dan perubahan iklim. Ukurannya pun makin mengecil.
Tahun 1960, kedalaman airnya mencapai 5 meter dengan rata-rata berkurang satu meter pada tahunnya. Pemerintah China pun bergerak cepat untuk menyelamatkan danau yang unik ini dan membuatnya menjadi daya tarik turis. Akhirnya pemerintah setempat menambah volume air ke dalam danaunya sejak tahun 2006 silam. Beruntung, hingga kini Danau Sabit masih ada hingga sekarang.
Danau Bulan Sabit ini memiliki bentuk melengkung dan benar-benar mirip bulan sabit yang biasa Anda lihat saat malam hari. Panjangnya sekitar 218 meter dari barat ke timur. Lebarnya 54 meter dari utara ke selatan.
Pemandangan danau ini sungguh keren. Anda bisa naik bukit pasir yang mengelilinginya untuk melihat bentuk bulan sabit dari ketinggian. Anda pun bisa melihatnya dari dekat, asal tak melewati pagar pembatas.
Di sebelah Danau Bulan Sabit terdapat bangunan kuil dengan pagoda. Di sana pula terdapat toko suvenir yang bisa Anda singgahi. Selain memandangi atau memotret Danau Bulan Sabit, biasanya turis yang datang ke sana menjelajahi bukit-bukit pasir dengan unta.
Bagi Anda yang berminat ke sana, siapkan stamina yang fit. Suhu yang panas dijamin bakal bikin banjir keringat dan tubuh mudah cepat lelah. Terang saja, daerah Gurun Gobi merupakan daerah yang kering dan curah hujan yang sedikit, bahkan bisa tidak hujan selama satu tahun. Meski begitu, siap-siap terkesima melihat Danau Bulan Sabit di sana. (detik/sbb/dakatuna)

Redaktur: Saiful Bahri Topik:

Senin, 13 Januari 2014

Darin Setia Tunggu Luthfi 'Hingga 1.000 Tahun'


Darin Setia Tunggu Luthfi 'Hingga 1.000 Tahun'

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Istri ketiga mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), Darin Mumtazah kembali menyambangi Kantor KPK, Senin (13/1/2014). Kedatangannya untuk mendaftar kunjungan Luthfi yang tengah ditahan di Rutan Pomdam Guntur Jaya.
"Mau jenguk bapak (Lthfi, di rutan)," kata Darin di Kantor KPK, Senin pagi.
Darin yang mengenakan gamis dan hijab berwarna hitam banyak mengumbar senyum. Namun, enggan berbicara banyak saat ditanyai wartawan.
Kendati itu, Darin masih sempat menegaskan kesetiannya kepada Luthfie meski akan lama menunggu bebas.
"Meski 1000 tahun lamanya pun tetap akan saya tunggu," kata Darin lalu tersenyum.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More