Kamis, 02 November 2017

Metodelogi Ilmu Pemerintahan



1. a. Hubungan teori dan penelitian
Hubungan teori dengan penelitian adalah dimana teori adalah suatu hal yang diyakini oleh pencetusnya dan teori tersebut tidak mungkin tercipta tanpa adanya suatu penelitian ilmiah yang dilakukan oleh pencetus teori tersebut. Dengan keyakinan yang ia miliki dan dengan keotentikan penelitian ilmiahnya itu, ia dapat mengambil kesimpulan bahwa teorinya benar. Jadi tidak dapat dipisahkan antara teori yang disimpulkan dengan penelitian ilmiah yang dilakukan. Dengan adanya peneli tian ilmiah maka akan terciptalah suatu teori yang nyata dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam melakukan penelitian, teori membantu peneliti dalam mendeskripsikan apa yang terjadi dan menjelaskan mengapa terjadi. Teori-teori menjelaskan kepada peneliti fakta-fakta mana yang penting dan tidak penting dalam proses penelitian. Teori berdasar pada nilai-nilai tertentu. Suatu teori harus dapat menjelaskan atau memahami barbagai fenomena yang terjadi dalaam dunia sosial. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan teori tersebut?. Teori adalah sebuah sistem dari hubungan interaksi ide-ide yang menyimpulkan daan merangkum serta mengorganisasikan penegartian tentang dunia sosial.
b.   Metode induksi dan metode deduksi dalam ilmu pemerintahan
Deduksi berasal dari kata dalam bahasa latin yaitu deducere (de+ ducere ) yang berarti mengantar menuju. Deduktif ini berhubungan dengan istilah apagoge dari aristoteles yang dengannya  aristoteles diangkat sebagai bapak penemuan metode deduksi. Deduksi merupakan metode ilmiah yang memungkinkan orang untuk bertanya dan mencawab lalu menjelaskan jawaban dengan mengacu pada hukum berpikirnya dengan pengalaman tentang alam (dunia eksternal ).
Deduksi merujuk pada macam – macam penalaran yang kesimpulannya berasal dari premis-premis secara niscaya, dapat berlansung dari yang general ( umum ) ke yang partikuler (khusus). Secara umum deduksi dapat di jelaskan sebagai berikut:”Deduktif adalah suatu penalaran di mana suatu kesimpulan ditarik dari prinsip prinsip umum dan kemudian diterapkan kepada sesuatu yang bersifat khusus. Proses membuat implikasi-implikasi logis dari pernyatan-pernyatan atau premis-premis menjadi eksplisit. Dengan proses penarikan kesimpulan dari premis-premis di mana tercapainya suatu kesimpulan yang pasti. lalu dilksanakan dan pelaksanaan ini membenarkan kesimpulan tadi. Menggunakan aturan-aturan logika, maka barulah diakui kebenarannya.” Contohnya sebagai berikut”:
·         Semua manusia adalah fana (premis mayor )
·         Semua raja adalah manusia  (premis minor )
·         Maka semua raja adalah fana ( conclusion ]
Mengenai penalaran ini membicarakan pernyataan-pernyataan yang dapat dijadikan Bentuk “ S adalah P”,  dengan kalimat ” manusia adalah fana”  tampaklah pada kita bahwa “S” merupakan huruf pertama dari kata yang menjadi “subjek” dan “P” merupakan huruf pertama dari kata “predikat”. Suatu  rangkaian bentuk-bentuk pernyataan- pernyataan yang disusun sedemikian rupa. Menjadi pernyataan –pernyataan yang sesunggunya bila menggantikan S dan P secara tepat denga terminus-terminus seperti “manusia” dan “ adalah fana” maka dapatlah kita menemukan berbagai macam bentuk penalaran.
Induksi adalah pengambilan kesimpulan secara umum dengan berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dari fakta-fakta khusus.  Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.
2.  a. Kata Konsep berasal dari bahasa latin conceptum, yang artinya se Konsep Adalah? Apa Itu Konsep? Ini Penjelasan Mengenai Arti Konsep suatu yang dipahami. Aristoteles dalam bukunya "The classical theory of concepts" menyatakan bahwa konsep merupakan penyusun utama dalam pembentukan pengetahuan ilmiah dan filsafat pemikiran manusia. 
Secara garis besar definisi konsep adalah suatu hal umum yang menjelaskan atau menyusun suatu peristiwa, objek, situasi, ide, atau akal pikiran dengan tujuan untuk memudahkan komunikasi antar manusia dan memungkinkan manusia untuk berpikir lebih baik. Pengertian lainnya mengenai konsep ialah abstraksi suatu ide atau gambaran mental, yang dinyatakan dalam suatu kata atau simbol. Konsep dinyatakan juga sebagai bagian dari pengetahuan yang dibangun dari berbagai macam karakteristik. Pengertian konsep juga dikemukakan oleh beberapa ahli.
b.  Membangun ilmu pemerintahan
Bertolak dari pemikiran Bayu Surianingrat yang mengemukakan disiplin ilmu yang tertua adalah ilmu pemerintahan karena sudah dipelajari sejak sebelum masehi oleh para filosof. Dewasa ini, ilmu pemerintahan berjuang keras untuk menjadi ilmu yang mandiri. Untuk memahami makna dari sebuah teori dan definisi ilmu, hendaknya memperhatikan latar belakang lahirnya teori dan defenisi ilmu tersebut secara filosofis, waktu, situasi kondisi dan latar belakang keilmuwan yang melahirkan teori / defenisi tersebut. Latar belakang pemikiran ini dipengaruhi oleh ruang, waktu, tempat, variasi situasi kondisi dan juga latar belakang bidang studi ( pendidikan ) ilmuwan. Sebelum kita terlalu jauh membahas masalah metode pendekatan historis dalam mencari, menemukan, mengembangkan dan atau menerapkan/mengaplikasikan ilmu pemerintahan, terlebih dahulu kita singgung hal-hal yang berkaitan dengan metode penelitian dan metode ilmu.
Perkembangan keilmuan (science and technology) saat ini maju begitu pesat, untuk itu suatu disiplin ilmu dalam hal ini ilmu pemerintahan berpacu mengikuti perkembangan tersebut melalui suatu wadah pengembangan keilmuan yang mumpuni. Suatu program studi (prodi) merupakan wadah dimaksud, yaitu institusi terbawah dari suatu universitas tempat diolahnya suatu ilmu diajarkan (learning process of knowledge, transfer of knowledge, information of knowledge), suatu ilmu didialogkan (dialogue of knowledge), diwacanakan (discourse of knowledge) dan suatu ilmu diaplikasikan (pengabdian) kepada kehidupan manusia. Wadah ini perlu dikombinasikan dengan aspek lainnya untuk terciptanya model pengembangan keilmuan ilmu pemerintahan.
Modelling dilakukan dengan mengkombinasikan pendekatan top-down dan bottom-up. Melalui pendekatan top-down, model didapatkan dengan merunut sejumlah keniscayaan yang dari telaah normatif bagi pengembangan suatu ilmu, yaitu aspek filosofis ilmu dan aspek kelembagaan (Tri Dharma Perguruan Tinggi), sedangkan melalui pendekatan bottom-up model dirumuskan berdasarkan pengamatan terhadap praktik-praktik nyata (telah empirik) untuk kepentingan pengembangan yang berlangsung selama ini.
3.  a. generalisasi Adalah suatu proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual (khusus) menuju kesimpulan umum yang mengikat selutuh fenomena sejenis dengan fenomena individual yang diselidiki.
Contoh :
·         Ade Surahman adalah politisi, dan ia berpartai.
·         Yoseph adalah politisi, dan ia ia berpartai.
Generalisasi: Semua politisi berpartai
b. Teori adalah serangkaian bagian atau variabel, definisi, dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah.
Teori (theory) adalah susunan definisi, konsep, dan dalam menyajikan pandangan yang sistematis fenomena dengan menunjukkan hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya dengan maksud untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diberikan pengertian teori adalah pendapat yang dikemukakan sebagai keterangan mengenai suatu peristiwa atau kejadian, azas dan hukum umum yang menjadi dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan, dan pendapat/cara/aturan untuk melakukan sesuatu.
Menurut Soerjono Soekanto, suatu teori pada hakikatnya merupakan hubungan antara dua fakta atau lebih, atau pengaturan fakta menurut cara-cara tertentu. Fakta merupakan sesuatu yang dapat diamati dan pada umumnya dapat diuji secara empiris. Oleh sebab itu dalam bentuk yang paling sederhana, teori merupakan hubungan antara dua variabel atau lebih yang telah diuji kebenarannya. menyatakan hubungan sistematis yang terjadi dalam gejala sosial maupun gejala alam yang akan diteliti. Teori juga merupakan abstraksi dan pengertian atau hubungan suatu proporsi dan dalil.
4. a. Pendekatan analisis sistem dalam ilmu pemerintahan
Menurut Yogiyanto analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan.
Menurut Kristanto (2003) analisis sistem adalah suatu proses mengumpulkan dan menginterpretasikan kenyataan-kenyataan yang ada, mendiagnosa persoalan dan menggunakan keduanya untuk memperbaiki sistem.
Pada prinsipnya setiap disiplin ilmu memiliki ciri-ciri tertentu yang merupakan bagian dari pengetahuan. Salah satu ciri yang penting dalam menentukan adanya ilmu tersebut adalah memiliki metode tertentu atau memiliki basis metodologinya. Metodologi ilmu secara formal embedded di dalam definisi ilmu yang bersangkutan dan secara substantif ditunjukan oleh aksioma atau anggapan dasar, pendekatan, model analisis dan model konstruk pengalaman dan konsep. Ilmu pemerintahan pun memiliki basis metodologi (sebagai epistemologi dari ilmu pemerintahan), yakni metode yang membahas bagaimana memperoleh pengetahuan yang benar di bidang ilmu pemerintahan. Metodologi ini sebagai alat yang dipakai untuk mengidentifikasi sasaran formal spesifik diantara sejumlah obyek formal lainnya yang gejalanya memiliki keteraturan yang cukup untuk dianalisis. Dari analisis inilah akan lahir konsep-konsep sebagai bahan baku penyusunan teori pemerintahan.
Pendekatan yang digunakan dalam mengkaji ilmu pemerintahan tidak terbatas pada melihat hubungan antara yang memerintah dan yang diperintah tetapi bisa meluas kepada macam-macam yang tentu melihat pada basis sejarah suatu negara tersebut. Ada perbedaan antara negara yang satu dengan negara yang lainnya dan ada juga perbedaan pendekatan pada suatu masa dengan masa lainnya. Ini jelas mengindikasikan bahwa pendekatan dalam pencarian ilmu pemerintahan dapat beragam motif dan caranya. Sebagai panduan yang dapat dikembangkan dalam rangka mengkaji dan mengembangkan ilmu pemerintahan maka dapat merujuk pada pemahaman Kant mengenai pendekatan yang digunakan dalam ilmu pengetahuan yaitu pendekatan sistematika. Pendekatan sistematika adalah pendekatan yang dipakai setiap disiplin ilmu pengetahuan untuk menegaskan perbedaan dengan ilmu pengetahuan lainnya melalui obyeknya. Disamping itu ada 3 (tiga) pendekatan lainnya untuk menguji eksistensi dari suatu ilmu pengetahuan, yaitu:
1)    Pendekatan definisi
2)    Pendekatan tokoh dan aliran
3)    Pendekatan sejarah
Secara spesifik metode-metode dalam menganalisis gejala atau peristiwa pemerintahan sehingga mampu mengungkap fenomena tersebut menjadi benar dan tegas. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Wasistiono dan Simangunsong mengenai beberapa metode umum yang bisa digunakan dalam membedah gejala dan peristiwa pemerintahan, yang disederhanakan sebagai berikut:
1)    Metode studi kasus; berangkat pada suatu peristiwa yang menarik perhatian, kemudian dilakukan kajian untuk mengetahuinya secara mendalam.
2)    Metode studi sejarah; gejala dan peristiwa pemerintahan adalah merupakan sebuah kontinum. Sebagai sebuah kontinum, pemerintahan merupakan peristiwa yang berkaitan dari waktu ke waktu. Apa yang terjadi hari ini merupakan kelanjutan dari peristiwa yang lalu. Peritiswa sekarang akan memberi kontribusi bagi peristiwa yang akan datang. Untuk mempelajari pemerintahan sebagai sebuah kontinum yang berisi rangkaian masa lalu, masa sekarang dan prediksi masa yang akan datang digunakan metode studi sejarah.
3)    Metode studi perbandingan; fokus utama yang tampak dalam mempelajari metode studi perbandingan adalah membandingkan satu institusi dengan institusi lainnya yang sejenis. di dalam pengertian perbandingan terkandung adanya unsur yang sama dan unsur yang berbeda. Perbandingan dapat dilakukan antar tempat, antar waktu, antar peristiwa, antar sistem dan antar individu.
·         Perbandingan antar tempat, dilakukan apabila seorang ingin membandingkan sesuatu di satu tempat dengan tempat yang berbeda. Misalnya perbandingan pemerintahan di Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Mamuju.
·         Perbandingan antar waktu dilakukan dengan membandingan obyek yang sama tetapi pada waktu yang berbeda, sehingga dapat diketahui perubahan selama kurun waktu tersebut. Misalnya perbandingan DKI Jakarta pada tahun 1990 dengan tahun 2000.
·         Perbandingan antar peristiwa adalah tindakan membandingkan sebuah peristiwa dengan peristiwa lainnya yang sejenis. Misalnya perbandingan pilkada di Kota Depok dengan Kota Mataram. Tujuannya untuk mengetahui persamaan sekaligus perbedaan antara kedua peristiwa tersebut.
·         Perbandingan antar sistem adalah tindakan membandingkan sebuah sistem dengan sistem lainnya yang sejenis. Misalnya sistem desentralisasi di Indonesia dengan di Prancis, karena kedua negara sama-sama negara unitaris (satuan). Tujuannya adalah untuk mengetahui persamaan sekaligus perbedaan antar kedua sistem tersebut serta keunggulan masing-masing yang dapat diadopsi.
·         Perbandingan antar individu, terutama aktor yang memegang peran penting adalah tindakan membandingkan seorang aktor dengan aktor lainnya dalam posisi yang setara. Sebagai contoh perbandingan antara gaya kepemimpinan gubernur DKI Jakarta bapak Ali Sadikin dan Sutioso. Kedua-duanya sama-sama gubernur dan sama-sama militer, tetapi ada perbedaan-perbedaan yang menarik untuk dikaji.
Masing-masing bentuk perbandingan dapat dikombinasikan satu dengan yang lainnya. Perbandingan antar tempat sekaligus menggambar perbandingan antar sistem dan antar individu. Untuk melakukan perbandingan dengan baik maka ilmu pemerintahan perlu menggabungkan teori-teori perbandingan pemerintahan.
4)    Metode/Pendekatan legalistik;
Pendekatan legalistik adalah salah satu cara untuk melihat gejala dan peristiwa dari sudut pandang aturan-aturan formal. Hal tersebut sekaligus menjadi ciri yang membedakan ilmu pemerintahan dari ilmu-ilmu sosial lainnya. Kajian-kajian pemerintahan tidak dapat dilepaskan dari peraturan perundang-undangan sebagai hukum positif yang mengatur berjalannya pemerintahan.
5)    Metode/Pendekatan sistemik;
Pemerintahan adalah sebuah sistem. dengan demikian kita dapat menganalisis gejala dan peristiwa pemerintahan melalui pendekatan sistemik.
6)    Metode/Pendekatan paradigmatik;
Pada saat mempelajari gejala dan peristiwa pemerintahan di satu negara atau daerah, perhatian paradigma yang digunakannya sehingga akan diperoleh analisis yang akurat, yang pada gilirannya akan diperoleh pengetahuan yang benar. Dalam hal ini kebenaran bukan hanya menurut pendapat pengkaji saja, melainkan kebenaran menurut kaidah-kaidah ilmiah maupun kebenaran menurut kalangan luas.
Ilmu pemerintahan pada dasarnya merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang mandiri dan otonom yang memiliki metode tersendiri sebagai pendekatan dalam melakukan kajian dan penelusuran terhadap gejala atau peristiwa pemerintahan. Banyak ahli mengemukakan beberapa pendekatan yang perlu dilakukan dalam membedah fenomena pemerintahan berdasarkan referensi dan pengalaman hasil penelusurannya. Setiap ahli memiliki basis argumentasinya karena dipengaruhi oleh waktu, tempat, situasi, peristiwa dan sistem yang berbeda. Perbedaan tersebut merupakan dinamika perkembangan ilmu pemerintahan dari waktu ke waktu. Namun dibalik itu semua tujuannya adalah memberikan kontribusi terhadap penyelesaian masalah-masalah atau gejala peristiwa pemerintahan yang terus berkembang dengan nilai sejarah suatu negara dan pengalaman penyelenggaraan pemerintahannya. Oleh karena itu ditemukan perbedaan pokok bahasan ilmu pemerintahan pada setiap negara dan bahkan perbedaan tersebut juga ditemukan dari periode waktu tertentu
    b. Masalah Pengaruh Kepemimpinan dan motivasi Dirut.
1.    Deskripsikan masalahnya
Salah satu Perusahaan Daerah Air Minum yang menyelenggarakan pelayanan air minum dan limbah adalah PDAM Tirtawening Kota Bandung. Pada pelaksanaannya PDAM Titrawening ini beroperasi berdasarkan PERDA Kota Bandung Nomor 15 Tahun 2009 Tentang Perusahaan Daerah Air Minum Tirtawening Kota Bandung.
Pada kenyataannya pelayanan akan air bersih di PDAM Tirtawening masih dihadapkan pada masalah yang sampai saat ini belum dapat diatasi sepenuhnya. Masalah yang masih menghantui PDAM Tirtawening Kota Bandung diantaranya mengalami kebocoran relatif tinggi atau sekitar 30%, selain itu “Pengaduan masyarakat soal jam alir PDAM masih saja mencuat, misalnya dua jam mengalir satu minggu tak mengalir padahal tagihan pemakaian selalu saja ada dengan alasan bayar abodemen,” ucapnya. Seperti yang dikeluhkan warga Jalan Seke Kuda, Gunung Candung, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Bojongloa Kidul. Di wilayah ini, masyarakat juga sering mengeluhkan masih harus membayar abodemen padahal aliran air tidak lancar.
Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi mengakui, memang banyak keluhan mengenai masalah seperti itu. Namun, Sonny bukan ingin tahu denda yang dikenakan PDAM pada pelanggan nunggak, melainkan lebih pada pelayanan ketersediaan air. Saat ini, menurut Sonny,‎ kondisi air di Bandung hanya cukup bagi 1,2 juta jiwa, sedang penduduk di Bandung mencapai 2,4 juta jiwa. Sebab itu, Sony mengatakan, pihaknya akan melakukan penertiban bagi pelanggan kategori rumah tangga yang sengaja menjual air.
Pada akhirnya persoalan yang dialami PDAM Tirtawening lebih mengarah kepada persoalan pelayanan ketersedian air. Berbicara pelayanan erat hubungannya dengan persoalan kualitas pegawai. Tinggi rendahnya pelayanan dipengaruhi oleh semangat kerja. Semangat kerja merupakan kekuatan psikologis yang dapat mendukung pelaksanaan tugas-tugas yang dibebankan kepada para pegawai. Dengan meningkatnya semangat kerja pegawai diharapkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat lebih efektif.
Semangat kerja menjadi masalah penting bagi lembaga yang bernama PDAM Tirtawening Kota bandung, mengingat tugas yang menjadi tanggungjawabnya sesuai Perda Kota Bandung Nomor 15 Tahun 2009 Tentang Perusahaan Daerah Air Minum Tirtawening Kota Bandung, adalah membantu Walikota Bandung dalam rangka menyelenggarakan usaha pengelolaan air minum dan air limbah bagi kepentingan umum dan memupuk keuntungan dan melaksanakan penugasan Pemerintah Daerah di bidang air minum dan air limbah dalam rangka menunjang pembangunan dengan menerapkan prinsip-prinsip perusahaan.
 Tugas PDAM Tirtawening Kota Bandung akan mencapai tujuannya apabila para pegawainya menunjukkan semangat kerja yang tinggi dan pemimpinnya dapat menggerakkan organisasi dan memberdayakan pegawai. Alfred R. Lateiner, et.al.[1] menegaskan bahwa adalah keliru mengatakan semangat kerja dipengaruhi oleh satu faktor saja, dan untuk itu perlu dikaji kemungkinan faktor lain. Namun demikian paparan di atas telah dapat menjelaskan bahwa motivasi dan kepemimpinan adalah faktor-faktor penting yang mempengaruhi semangat kerja pegawai dalam suatu satuan organisasi.
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, perlu dirumuskan permasalahnnya melalui pertanyaan di bawah ini :
1)    Bagaimanakah pengaruh motivasi Direktur Utama Terhadap Semangat Kerja Pegawai PDAM Tirta Wening Kota Bandung?
2)    Bagaimanakah pengaruh kepemimpinan Direktur Utama Terhadap Semangat Kerja Pegawai PDAM Tirta Wening Kota Bandung?

2.    “Pengaruh motivasi dan kepemimpinan direktur utama terhadap semangat kerja pegawai pdam tirta wening Kota Bandung
3.    Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisa data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.
4.    Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model Miles dan Huberman dalam Sugiyono mengemukakan bahwa "Aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus-menerus sampai tuntas sehingga datanya sudah jenuh".Aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification.



[1] Lateiner, Alfred R, et.al, Tehnik Memimpin Pegawai dan Pekerja, Terjemahan Imam Soejono, Cemerlang, Jakarta, 1971, hlm. 52.

1 komentar:

Hal : Permohonan Jasa Konsultan Bank Garansi dan Surety Bond


Kepada Yth,
Pimpinan /HRD
Di-
Tempat

Dengan Hormat,
Besama ini Kami PT. ANDIRA MITRA PERSADA adalah Perusahaan yang Profisional Dalam Bidang Jasa Konsultan Bank Garansi dan Asuransi. Perusahaan Kami memiliki Keunggulan dari yang lainnya Proses Cepat, Tanpa Agunan, Rate Bisa Dinegosiasikan, Polis Bisa Di Cek Keapsahanya, dan Polis Kami Antar.

Adapun beberapa Prodact yang Kami Tawarkan antara lain :
1. JAMINAN PENAWARAN /BID BOND
2. JAMINAN PELAKSANAAN /PERFORMANCE BOND
3. JAMINAN UANG MUKA /ADVANCE PAYMENT BOND
4. JAMINAN PEMELIHARAAN /MAINTENANCE BOND
5. JAMINAN PEMBAYARAN / SP2D
6. JAMINAN PENGADAAN BARANG
7. JAMINAN EXPORT INPORT/ COSTUMS BOND

Demikian hal ini Kami ajukan dengan harapan dapat diberikan kesempatan untuk bekerjasama yang baik dan berkesinambungan. Atas kerjasama dan perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Hormat Kami.
Manager Marketing

ZAHRI RAMADHAN

Tlp ; 021- 227876133
fax ; 021- 27875211
Hp/Wa ; 082379990023
Email ; zahriramdhan.amp@gmail.com
Webset ; www.Jasasuretybond.com
Alamat ; Jl. Moch Kahfi 1 No.97 Rt.9/Rw.6 Jagakarsa Jakarta Selatan

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More