Minggu, 10 Maret 2013

Demokrat Larang Bibit Waluyo Urus Partai


Demokrat Larang Bibit Waluyo Urus Partai  
TEMPO.COSurakarta - Calon Gubenur Jawa Tengah inkumben Bibit Waluyo diminta tidak ikut campur dalam urusan partai jika terpilih lagi pada pemilihan gubernur Jawa Tengah 26 Mei mendatang. "Gubernur tidak perlu mikir partai dan ikut-ikutan kampanye, terutama di 2014 mendatang," kata anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Ali di Surakarta, Sabtu 9 Maret 2013.
Menurut Marzuki, tugas pokok gubernur adalah melayani kebutuhan masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Partai Demokrat telah mengamati sepak terjang Bibit selama satu periode menjabat gubernur. Bibit tak banyak meninggalkan tugasnya sebagai gubernur untuk mengurus partai yang  mengusungnya. "Justru karena itu kami tertarik untuk mengusung Bibit dalam pemilihan gubernur kali ini," ujar Marzuki. Sikap Bibit itu menurut dia jarang dilakukan gubernur lain.
Bagi Marzuki, gubernur yang mampu bekerja dengan baik justru lebih memberi  pengaruh kepada masyarakat untuk memilih partai yang mengusungnya. "Toh masyarakat sudah tahu siapa partai yang mengusungnya tanpa harus berkampanye," katanya.
Bibit Waluyo terpilih sebagai Gubernur Jawa Tengah pada 2008 lalu dengan diusung oleh PDI Perjuangan. Tapi pada pemilihan gubernur mendatang, Bibit menampik PDI Perjuangan dan setuju diusung Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional dan Partai Golkar. Akibatnya PDIP mencabut keanggotaan Bibit. "Kartu Tanda Anggota milik Bibit sudah tak berlaku lagi," kata pengurus pusat PDIP Puan Maharani di Surakarta, Sabtu 9 Maret 2013. Menurut anak Megawati Sukarnoputri ini, Bibit Waluyo telah melakukan pelanggaran berat lantaran telah mencalonkan diri lewat partai lain.
Toh Bibit boleh menyimpan kartu tanda anggota PDIP itu, karena kata Puan, PDIP tidak menarik kembali kartu tanda anggota Bibit Waluyo. "Kami kira semua orang sudah tahu bahwa dia sudah dikeluarkan dari keanggotaan partai," katanya.
Hal yang sama juga dialami Don Kardono yang merupakan Ketua PDI Perjuangan  Sumedang, Jawa Barat. Dia juga dipecat lantaran mencalonkan diri menjadi Wakil Gubernur Jawa Tengah lewat koalisi partai tengah. "Surat pemecatan sudah dikirim," kata Puan.
AHMAD RAFIQ

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More