Sabtu, 02 Maret 2013

MEGASKANDAL BOEDIONO Boediono yang Tidak Gentle Akan Diproses Setelah 2014

 

RMOL. Bukti-bukti terkait skandal BLBI atau Bank Century tak juga mampu mendorong proses hukum menyentuh Wakil Presiden Boediono.

Fakta itu membuat banyak orang pesimis. Temuan-temuan baru tentang keterlibatan Boediono kemungkinan kecil bakal diproses oleh lembaga penegak hukum, bahkan yang sekuat KPK.

Demikian disampaikan wartawan senior,Budiarto Shambazy, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu, di Cikini, Jakarta, Sabtu (2/3)

Seperti diketahui, BPK, KPK dan DPR sudah memastikan ada keterlibatan Boediono dalam Centurygate selaku Gubernur Bank Indonesia pada 2008 lalu. Bertahun-tahun dua megaskandal menggantung namanya, Boediono masih kalem. Pernah, setelah namanya disebut  oleh KPK sebagai salah satu yang berperan, Boediono cuma menjawabnya dengan pernyataan pers tertulis yang disebar jurubicaranya.

Boediono terlihat seakan-akan tidak peduli apapun. Malah, Boediono pernah hanya melakukan klarifikasi atas tuduhan kepadanya lewat jejaring sosial twitter.

Budiarto mengaku sangat menyesalkan sikap diam Boediono itu.

"Kok bela diri pake twitter? Tidak gentle (terhormat) namanya. Seharusnya dia proaktif, jelaskan ke KPK dan media bagaimana perkara yang melibatkan dirinya," kata Budiarto.

Dia masih pesimis Boediono akan ditangani secara hukum, karena berada di lingkar kekuasaan.

"Bicara impeachment pun pesimis, soalnya DPR terlihat cuma main-main saja melalui Timwas Century," ungkapnya.

Tahun politik ini, lanjut Budiarto, akan menjadi ajang tekan-menekan sesama elite. Kemungkinan besar, partai-partai di DPR merasa tidak perlu untuk melancarkan pemakzulan Boediono.

Dia menengarai, indikasi yang kuat bahwa Boediono akan menjadi tersangka skandal Century dalam waktu dekat bakal memudar seiring waktu.

"Keterlibatan Budiono sudah jelas dan bisa didakwa, tapi menurut saya sampai 2014 Boediono susah turun karena ini tahun tawar menawar politik. Setelah itu baru bisa diselidiki dan diproses lebih dalam lagi," ujar Budiarto. [ald]

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More