Jumat, 16 Maret 2012

Aziz Syamsuddin: Saya Tidak Pernah Takut, Nanti Dibuka Semuanya...


 
RMOL.Wakil Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin mengaku tidak menerima suap  dari perusahaan Muhammad Nazaruddin, Grup Permai, terkait proyek pembangunan Adhyaksa Center Kejaksaan Agung.
Ketua DPP Partai Golkar itu juga membantah tiga kali mela­kukan pertemuan khusus dengan Direktur Marketing PT Anak Ne­geri selaku anak Buah Na­za­ruddin. Tidak ada  pertemuan  di Restoran Nippon Kan, Hotel Sultan, Jakarta untuk membicara­kan pengamanan anggaran pro­yek tersebut.
“Saya mau mengklarifikasi, itu bukan pernyataan dari Na­za­ruddin. Tapi pernyataan Rosa da­lam BAP. Saya tidak mengu­rusi pro­yek. Saya mengurusi angga­ran,” kata Aziz Syam­suddin ke­pada Rakyat Mer­deka, Rabu (14/3).
Berikut kutipan selengkapnya:
Apa Anda mengenal Rosa?
Saya tidak kenal Rosa secara personal.
Bukannya pernah bertemu dengannya?
Saya merasa tidak pernah ber­temu dengan dia. Saya mungkin makan dan tiba-tiba mungkin dia minta salaman dengan saya. Tapi saya tidak tahu.
Kalau dengan Nazaruddin akrab ya?
Sebagai anggota Komisi III DPR masa nggak akrab sih. Yang benar saja.
Apakah Nazaruddin pernah meminta bantuan Anda untuk memuluskan proyek?
Nggak pernah kami bicara ke arah sana.
Kenapa Anda disebut-sebut dalam kasus ini?
Waduh, ya ini kan lembaga poli­tik kan kalau lembaga politik memang seperti itu. Ini kan per­mainan politik dengan agenda pengalihan isu.
Pengalihan isu apa?
Nanti saja saya buka. Yang pen­ting saya tahu siapa otak di belakang ini. Ada saatnya saya keluarkan tahap demi tahap. Lihat saja nanti.
Apa tujuan orang itu?
Mungkin selama ini mereka pi­kir, saya menganggu mereka. Pa­da­hal saya tidak ada ganggu me­reka. Yang jelas, saya sudah men­­­cium ada faktor intelek­tual­nya.
Kenapa nggak diungkap sia­pa mereka?
Belum bisa saya buka, saya lagi mengumpulkan bukti-bukti ke arah sana. Nanti ada waktunya di buka.
Kapan akan dibuka?
Tunggu waktunya matang.
Bagaimana perasaan Anda setelah disebut-sebut dalam ka­sus ini?
Baik-baik saja, karena saya selalu dalam lindunganNya.
Saat wawancara dengan sa­lah satu stasiun televisi, bukan­kah Anda terlihat emosional?
Nggak. Memang begitu logat orang Sumatera. Saya santai saja kok.
Tidak takut?
Tidak perlu takut. Kalau nama­nya berlayar dengan laut, jangan takut ombak. Kenapa harus takut kalau tidak salah.
Bagaimana proses pengesa­han anggaran dari proyek ter­sebut?
Anggaran tersebut disahkan saat rapat tim anggaran Komisi III DPR dengan Jaksa Muda Ke­jaksaan Agung, 10 Februari 2010.
Adapun pembahasan anggaran dilakukan berdasarkan masukan dan permintaan dari institusi yang merupakan mitra kerja. Komisi III DPR ada 14 mitra kerja. Salah satunya Kejaksaan Agung. Insti­tusi itu mengajukan kepada kami sesuai dengan mekanisme.
Anda dinilai memuluskan pro­­yek tersebut, apa begitu?
Nggak mungkin saya melolos­kan proyek ini sendiri. Komisi III DPR bukan perusahaan milik saya. Pembahasan anggaran ter­sebut merupakan usulan dari kejaksaan.
Kemudian dibahas dalam rapat pleno untuk memutuskan apakah Komisi III DPR menyetujui atau tidak menyetujui, baru  kami se­rah­kan ke bagian anggaran. Ke­mu­dian dari Banggar itu diproses ke Menteri Keuangan. Tidak di­lakukan sendiri.
Tugas dan fungsi kami di DPR adalah fungsi legislatif, penga­wasan dan anggaran. Kami tidak pernah mengurus proyek.
Apakah setelah disetujui, Ko­misi III DPR mengawasi jalannya pelaksanaan angga­ran tersebut?
Apakah proyek itu berjalan dengan benar atau tidak, itu tugas dari BPK
Apakah ada kemungkinan anggota bermain dalam proyek itu?
Bukan dalam kapasitas kami sebagai pimpinan untuk menga­wasi satu persatu anggota. Itu merupakan kewewenangan dari fraksi. [Harian Rakyat Merdeka]

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More