Minggu, 04 Maret 2012

Nazar: Tanya Anas soal Sumbangan Golkar dan PKS


Saksi: Rp 3,1 Miliar Kembali ke Permai Group
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) yang menjadi terdakwa kasus suap proyek Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin, mengaku tidak tahu-menahu adanya suntikan dana dari Partai Golkar dan PKS untuk pemenangan Anas Urbangingrum dalam pemilihan ketua umum di Kongres PD, Bandung, pada Mei 2010 lalu.
"Saya tidak tahu. Tanyakan saja ke Anas, yang saya tahu hanya Hambalang. Karena saya yang mencatat,"ujar Nazaruddin di sela persidangan perkaranya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (17/2/2012).
Nazaruddin yang mengaku menjadi Bendahara Panitia Pelaksana pemenangan Anas pada kongres di Bandung itu, mengaku hanya menerima suntikan dana dari pengawalan proyek Hambalang. Dalam catatannya, tak ada donatur mengatasnamakan politisi Partai Golkar dan PKS. Ia hanya mencatat nama Anas jika tak tahu sumber uang.
"Saya kan bendaharanya Anas, memang uangnya yang dari mana-mana itu kumpulnya ke saya. Dari saya, lalu direalisasikan. Tapi, dari siapa-siapanya saya nggak tahu. Kan biasanya begini, ditelepon sama Mas Anas bahwa ada uang sekian. Lalu saya bilang, iya Mas, nanti sudah ada Eva yang menunggu. Lalu, Eva tinggal menerimanya," paparnya.
Nazar mengaku jika ada sumbangan yang tak jelas nama donaturnya, maka ia menulis nama Anas Urbaningrum sebagai donaturnya.
"Kalau itu saya nggak tahu. Karena di catatan saya, tidak nama Partai Golkar atau PKS itu," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Divisi Tanggap Darurat Partai Demokrat (PD) Umar Arsal yang juga tim sukses Anas Urbaningrum di kongres itu,  mengungkap penyumbang dana suksesi di antaranya Partai Golkar dan PKS.
Menurut Umar, Anas adalah tokoh muda yang mudah bergaul yang memikat pihak luar partai untuk memberikan sumbangan dan dukungan.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More